Menata Wisata Buduk Udan, Pa’ Kidang Perkuat Layanan Wisatawan

by Muhammad Refy Ramadhan

Krayan Barat, MK – Kelompok Pa’ Kidang Makmur di Desa Pa’ Kidang, Kecamatan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan, terus menata pengelolaan wisata alam Buduk Udan.

Salah satu perhatian utama kelompok kini diarahkan pada peningkatan pelayanan kepada wisatawan, mulai dari kepemanduan hingga kesiapan menerima tamu di homestay.

Langkah tersebut diperkuat setelah anggota kelompok mengikuti pelatihan pemanduan wisata alam dan pengelolaan homestay yang difasilitasi Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) pada 15–16 Juli 2026.

Ketua Kelompok Tani Pa’ Kidang Makmur, Doni, mengatakan kelompok sebelumnya telah mulai menerima kunjungan wisatawan, meskipun masih dalam jumlah terbatas, dalam sebulan, kunjungan rata-rata sekitar 30 orang, yang sebagian besar berasal dari masyarakat lokal.

“Biasanya satu kali, kadang dua kali dalam satu bulan kunjungan. Kalau dihitung, sekitar 30 orang dalam satu bulan,” ujar Doni, Jumat, (2/10/2026).

Menurutnya, salah satu tantangan yang masih dihadapi kelompok adalah kesiapan fasilitas homestay untuk menerima pengunjung, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola destinasi.

“Tujuannya untuk meningkatkan SDM dan memenuhi unsur 4F. Dari seluruh materi, yang paling bermanfaat bagi kami adalah pelayanan prima,” katanya.

Bagi kelompok, pelayanan prima menjadi bekal penting karena pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga bagaimana pengunjung diterima, didampingi dan dilayani selama berada di destinasi.

Melalui pelatihan tersebut, anggota kelompok mendapatkan pemahaman mengenai teknik memandu wisata alam, cara berkomunikasi dengan pengunjung, pelayanan kepada wisatawan, pengelolaan homestay, hingga pemasaran wisata melalui media sosial, materi juga dilengkapi dengan simulasi kepemanduan dan praktik di jalur wisata Buduk Udan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Utara, Ivan Kansil, yang menjadi narasumber dalam pelatihan, mengatakan kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman yang baik kepada wisatawan.

“Pemandu wisata harus mampu berkomunikasi dengan baik, memahami kebutuhan wisatawan dan memberikan pelayanan yang membuat pengunjung merasa nyaman selama berada di destinasi,” jelas Ivan.

Bagi Pa’ Kidang Makmur, pelatihan tersebut menjadi tambahan pengetahuan untuk memperbaiki pengelolaan wisata yang selama ini masih berkembang secara bertahap.

Doni mengatakan anggota kelompok kini semakin bersemangat untuk mengembangkan Buduk Udan, termasuk meningkatkan kemampuan dalam memandu perjalanan dan menerima tamu.

“Kelompok akan lebih semangat lagi dalam mengelola wisata Buduk Udan dan meningkatkan pengelolaannya agar lebih baik. Kami juga belajar cara memandu kunjungan dan cara menerima tamu di homestay,” ujarnya.

Buduk Udan memiliki potensi alam yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Dari kawasan ini, wisatawan dapat menikmati panorama pegunungan dan lautan awan, matahari terbit dan terbenam, serta pemandangan desa-desa di sekitarnya.

Buduk Udan juga menjadi salah satu akses menuju kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang dan memiliki jalur pemantauan Rafflesia pricei yang turut didukung melalui pendampingan Balai TNKM.

Dengan potensi tersebut, kelompok tidak hanya ingin memperkenalkan keindahan alam, tetapi juga secara bertahap membangun pengalaman wisata yang lebih lengkap.

“Ke depan kami ingin menerapkan unsur 4F, mulai dari kesenangan, kuliner, oleh-oleh sampai homestay atau penginapan,” tutur Doni.

Hingga saat ini, manfaat ekonomi dari kegiatan wisata tersebut belum banyak dirasakan masyarakat karena pengelolaannya masih dalam tahap awal. Namun, kelompok melihat adanya peluang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.

Kepala SPTN Wilayah I Long Bawan Balai TN Kayan Mentarang, Hery Gunawan, S.Hut., mengatakan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata di kawasan penyangga.

Menurutnya, pengembangan wisata perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap prinsip konservasi agar potensi alam yang menjadi daya tarik wisata tetap terjaga.

“Pengembangan wisata alam tidak hanya berbicara mengenai potensi destinasi, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam mengelolanya, karena itu, peningkatan kapasitas kelompok menjadi bagian penting agar wisata dapat berkembang sekaligus tetap menjaga kelestarian alam,” ujar Hery, Jumat, (2/10/2026).

Pendampingan terhadap Pa’ Kidang Makmur sebelumnya juga dilakukan melalui pelatihan kepemanduan, bantuan shelter dan papan informasi, serta pembentukan kelompok pemantau Rafflesia pricei di jalur Buduk Udan.

Kepala Balai TN Kayan Mentarang, Seno Pramudito, S.Hut., M.E., mengatakan peningkatan kemampuan pengelola menjadi bagian dari upaya mendorong wisata alam berbasis masyarakat yang tetap memperhatikan kelestarian kawasan.

“Pelatihan pemanduan dan pengelolaan homestay seperti ini penting agar Kelompok Pa’ Kidang Makmur semakin siap menyambut wisatawan secara profesional, sekaligus tetap menjaga kelestarian jalur Buduk Udan yang menjadi daya tarik utama desa ini,” ujar Seno, Jumat, (2/10/2026).

Ke depan, Kelompok Pa’ Kidang Makmur berharap pengelolaan Buduk Udan dapat terus berkembang, didukung peningkatan kapasitas masyarakat, fasilitas wisata dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Bagi kelompok, menata pelayanan menjadi bagian penting dari perjalanan mengembangkan Buduk Udan sebagai destinasi wisata alam.

Harapannya, semakin banyak wisatawan mengenal potensi kawasan tersebut dan kehadiran wisata dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Pa’ Kidang dengan tetap menjaga kelestarian alam. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses