Sebatik Utara, MK – Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Al-Amin, Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara, Selasa (25/8/2026) pukul 13.30 WITA. Kegiatan mengangkat tema “Cinta Rasulullah SAW, Hidupkan Teladan, Tebarkan Rahmat.”
Peringatan Maulid Nabi berlangsung khidmat dan penuh suasana kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sebatik Utara yang diwakili Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Hamdani Umar, S.A.P, perwakilan Danramil Sebatik, perwakilan Kapolsek Sebatik Timur, Kepala Desa Lapri beserta jajaran, Kepala Desa Seberang, staf Kecamatan Sebatik Utara, Bhabinkamtibmas Desa Lapri, Babinsa Desa Lapri, Kepala KUA Sebatik Utara, Kepala Puskesmas Sebatik Utara, Kepala UPTD PPDM Sebatik, Ketua PHBI Sebatik Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis shalawat serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Lapri Syamsu Rijal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Desa Lapri, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Tentunya kegiatan ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa dukungan dan kebersamaan Bapak dan Ibu sekalian,” ujarnya.
Syamsu Rijal juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Pada hari ini, tepatnya 12 Rabiul Awal, kita dipertemukan di tempat yang penuh berkah untuk bersama-sama memuliakan hari kelahiran Nabi besar kita Muhammad Rasulullah SAW. Mari kita memperbanyak shalawat kepada beliau, karena insyaallah kita akan mendapatkan keberkahan,” katanya.
Selain pesan keagamaan, Kepala Desa Lapri turut menyampaikan sejumlah imbauan terkait kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Mengingat saat ini memasuki musim kemarau, masyarakat diminta berhati-hati dalam menggunakan api guna mencegah terjadinya kebakaran.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai, khususnya di wilayah Desa Lapri, serta tidak membuang sampah ke sungai.
“Mohon sungai kita bersama-sama dijaga. Jangan dicemari dan jangan membuang sampah ke sungai, karena air sungai merupakan salah satu sumber kehidupan kita,” pesannya.
Terkait kondisi keterbatasan air bersih, Syamsu Rijal mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan menghemat penggunaan air. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Desa bersama pemerintah kecamatan dan kabupaten terus berupaya mendorong pemenuhan kebutuhan air masyarakat Sebatik.
Sementara itu, mewakili Camat Sebatik Utara, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Hamdani Umar, S.A.P menyampaikan perkembangan terkait rencana pembangunan Embung Lapri.
“Terkait Embung Lapri, kami sampaikan bahwa proses ganti rugi lahan saat ini masih berproses di Pemerintah Kabupaten Nunukan. Mudah-mudahan apabila tidak ada halangan, dapat terealisasi pada tahun ini. Tentunya ada regulasi dan tahapan yang harus dilalui serta dipenuhi,” jelasnya.
Hamdani juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
“Kami mengharapkan Bapak dan Ibu berhati-hati dalam beraktivitas, terutama dalam menggunakan api. Jangan sampai kita teledor atau lupa mematikan api maupun meninggalkan api dalam keadaan menyala, karena dapat mengakibatkan kebakaran,” ujarnya.
Ia turut mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air di tengah kondisi keterbatasan sumber air. “Saat ini kita dalam keadaan susah air, sehingga kami mengharapkan Bapak dan Ibu dapat berhemat. Air susah, listrik juga susah,” tambahnya.
Memasuki acara inti, hikmah Maulid disampaikan oleh Ustaz Icuk Rifai, Lc. Dalam tausiyahnya, ia menguraikan tiga aspek penting untuk memahami sunnah dan kepribadian Nabi Muhammad SAW secara utuh, yakni surah, sirah, dan sarirah.
Menurutnya, surah berkaitan dengan penampilan fisik, rupa dan bentuk lahiriah Nabi Muhammad SAW. Sirah berkaitan dengan perjalanan hidup, perbuatan, perjuangan dan amal zahir Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Sementara sarirah merupakan aspek batiniah Nabi, yang mencakup perasaan, orientasi hati, niat, kasih sayang, serta hal-hal yang membuat Rasulullah SAW bahagia, sedih maupun tidak menyukai sesuatu.
Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam meneladani Rasulullah SAW secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi perilaku lahiriah, tetapi juga dari ketulusan hati, kasih sayang dan akhlak beliau dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian ditutup dengan doa bersama. Peringatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat silaturahmi, menjaga kepedulian terhadap sesama serta menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. (**)

