Cuaca Berawan Mendominasi Nunukan, Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi 23 Agustus

by Redaksi Kaltara

Nunukan, MK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nunukan mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca di Kabupaten Nunukan seiring pengaruh fenomena El Niño.

Meski kondisi curah hujan masih tergolong rendah hingga menengah, hujan tetap berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Bahkan, dalam prakiraan tiga hari ke depan, 22–24 Agustus 2026, sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan berpotensi mengalami hujan disertai petir pada dini hari.

Kepala BMKG Nunukan William melalui Petugas Perkiraan Cuaca BMKG Nunukan, Indra Jadi, mengatakan kondisi cuaca di Nunukan saat ini masih menunjukkan adanya hujan, meskipun curah hujan secara umum masih berada pada kategori rendah hingga menengah.

“Curah hujan masih ada, namun, secara umum masih dalam kategori rendah sampai menengah. Hujan juga bisa terjadi secara lokal,” ujar Indra, Jumat (21/08/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengaruh El Niño tidak serta-merta membuat seluruh wilayah Nunukan mengalami kondisi tanpa hujan. Faktor atmosfer lainnya tetap dapat memicu pertumbuhan awan dan hujan di sejumlah wilayah.

Karena itu, masyarakat diminta tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama ketika akan melakukan aktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Nunukan, kondisi cuaca pada periode 22–24 Agustus 2026 secara umum diprakirakan berawan.

Namun, terdapat potensi hujan disertai petir pada dini hari Minggu, 23 Agustus 2026, khususnya di Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik, Sebatik Timur, Sebatik Utara, dan Sebatik Tengah.

Potensi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi warga yang beraktivitas atau melakukan perjalanan pada malam hingga dini hari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini dan memperhatikan peringatan dini apabila terjadi perkembangan kondisi atmosfer yang signifikan.

Sementara itu, untuk periode 22–30 Agustus 2026, kondisi cuaca di seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan diprakirakan berawan.

Prakiraan tersebut menjadi gambaran umum kondisi cuaca selama satu pekan ke depan. Namun, kondisi aktual dapat mengalami perubahan sehingga masyarakat tetap dianjurkan mengikuti pembaruan informasi BMKG.

Indra menjelaskan, masyarakat tidak perlu panik menghadapi fenomena El Niño. Yang diperlukan adalah meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca.

Di sisi lain, kondisi curah hujan yang masih rendah perlu menjadi perhatian karena periode kering dapat meningkatkan potensi munculnya titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut juga dapat berpengaruh terhadap kualitas udara apabila terjadi kebakaran lahan maupun peningkatan konsentrasi partikulat di udara.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Kewaspadaan juga penting dilakukan oleh masyarakat yang aktivitasnya bergantung pada kondisi cuaca, termasuk nelayan, petani, pelaku transportasi, maupun masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

BMKG Nunukan mengingatkan bahwa prakiraan cuaca merupakan informasi yang terus diperbarui berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya mengacu pada prakiraan yang diterima sebelumnya, tetapi mengikuti informasi terbaru BMKG.

Dengan pemantauan tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sekaligus mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara lokal.

Masyarakat Kabupaten Nunukan diimbau tetap tenang namun waspada. Di tengah pengaruh El Niño dan kecenderungan curah hujan yang masih rendah hingga menengah, hujan tetap berpotensi terjadi, termasuk hujan disertai petir pada wilayah dan waktu tertentu. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses