TARAKAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan memastikan daging hewan kurban yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) masih dalam kondisi aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Medik Veteriner Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tarakan, drh Richard, saat ditemui di sela-sela pengawasan pemotongan hewan kurban di RPH, Rabu (27/5/26).
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan hewan terus dilakukan setelah proses penyembelihan melalui pemeriksaan postmortem atau pemeriksaan organ dalam hewan kurban.
“Hari ini pemeriksaannya setelah dipotong atau disembelih, berarti ada pemeriksaan postmortem. Biasanya yang diperiksa hati dan organ-organ lainnya,” ujar drh Richard.
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan kasus serius pada hewan kurban yang diperiksa. Namun, petugas tetap menemukan beberapa kasus ringan seperti cacing hati yang umum terjadi setiap tahun.
“Kalau sejauh ini masih sedikit, baru beberapa ekor yang diperiksa. Biasanya ada saja tiap tahun, seperti cacing hati,” katanya.
Menurut drh Richard, apabila ditemukan bagian organ yang rusak atau terinfeksi cacing hati, maka bagian tersebut akan langsung dipisahkan dan dimusnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat.
“Kalau bagian yang rusak biasanya kita buang. Kalau hanya sebagian, yang rusak saja yang disisihkan. Tapi kalau semuanya bermasalah, maka semuanya harus dimusnahkan,” jelasnya.

Salah satu organ dari sapi yakni hati yang dilakukan pemeriksaan ketat antispasi adanya cacing didalam hati tersebut.
Meski demikian, ia memastikan kondisi daging hewan kurban secara umum masih aman dan layak konsumsi karena sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum penyembelihan atau antemortem.
“Kalau bagian daging aman saja. Karena sebelum pemotongan kita sudah lakukan pemeriksaan sebelumnya,” ungkapnya.
drh Richard juga menyebut para pemilik hewan kurban umumnya bersikap kooperatif apabila ditemukan kelainan pada organ hewan.
“Biasanya dari pemilik menerima saja. Ketika ada kelainan mereka responsif dan siap jika bagian yang bermasalah harus dimusnahkan,” tuturnya.
DKPP Tarakan terus melakukan pengawasan terhadap pemotongan hewan kurban selama Iduladha guna memastikan seluruh daging yang dibagikan kepada masyarakat memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

