Pemkot Tarakan Gelar Diklat Manajemen Perkoperasian, Pengurus Ikuti Simulasi RAT

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Perkoperasian bagi pengurus koperasi se-Kota Tarakan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 17–19 September 2026, tersebut mengusung tema “Transformasi Koperasi: Modern, Digital, dan Kolaboratif.”

Diklat ini digelar untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kapasitas pengurus koperasi dalam menjalankan tata kelola organisasi secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka dan ditutup oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Tarakan, Jumanto, S.E. Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan gerakan koperasi.

Dalam pelaksanaannya, Makhyusannoor hadir sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai manajemen perkoperasian, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kompetensi pengurus dalam menghadapi tantangan pengelolaan koperasi di era modern.

Salah satu agenda dalam Diklat tersebut adalah simulasi Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dikemas menyerupai pelaksanaan rapat sesungguhnya.

Simulasi melibatkan sekitar 17 peserta yang berasal dari kalangan pengurus dan anggota koperasi di Kota Tarakan.

Dalam simulasi tersebut, Ridwan Bansir, S.Sos., berperan sebagai Ketua Koperasi SIMPATIK yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan.

Sementara Abdul Manan berperan sebagai Ketua Dewan Pengawas, sedangkan Yudianto bertugas sebagai pimpinan rapat.

Simulasi berlangsung secara interaktif dengan memperagakan sejumlah tahapan RAT, termasuk penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan laporan pengawasan koperasi.

Suasana pelatihan pun dibuat menyerupai pelaksanaan RAT yang sebenarnya sehingga peserta dapat memahami secara langsung mekanisme dan tahapan rapat anggota tahunan.

Ridwan Bansir mengapresiasi pelaksanaan Diklat Manajemen Perkoperasian yang diselenggarakan Pemerintah Kota Tarakan.

“Simulasi RAT yang dilaksanakan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua Koperasi dan laporan pengawasan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Suasananya seolah-olah kami sedang melaksanakan RAT yang sesungguhnya,” ungkap Ridwan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga pengurus koperasi memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan wawasan dan pemahaman mengenai tata kelola koperasi.

“Mudah-mudahan Diklat Manajemen Perkoperasian ini dapat terus berlanjut ke depannya, sehingga kami semakin memahami tata kelola koperasi dengan baik,” katanya.

Ridwan menilai pelatihan tersebut juga memberikan manfaat bagi koperasi yang masih tergolong baru.

“Terlebih bagi kami di Koperasi Benuanta Jaya Utama yang masih tergolong baru, kegiatan seperti ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan kami dalam mengelola koperasi secara profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Abdul Manan yang berperan sebagai Ketua Dewan Pengawas dalam simulasi RAT berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pelatihan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses penguatan gerakan koperasi di Kota Tarakan.

“Kegiatan Manajemen Perkoperasian ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pelatihan semata, tetapi dapat menjadi langkah awal dalam membangun gerakan koperasi yang lebih solid, mandiri, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Abdul.

Menurutnya, peningkatan kapasitas dan pemahaman pengurus merupakan salah satu aspek penting dalam membangun tata kelola koperasi yang sehat dan profesional.

Ia juga berharap Pemerintah Kota Tarakan dapat terus mengembangkan kegiatan serupa sebagai wadah pembelajaran sekaligus penguatan kelembagaan koperasi di daerah.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperkuat pembinaan dan pendampingan koperasi, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan, mengembangkan usaha, serta memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Transformasi koperasi menuju tata kelola yang modern, digital, dan kolaboratif menjadi bagian dari upaya menghadapi perkembangan zaman sekaligus meningkatkan kapasitas koperasi di Kota Tarakan.

Diklat Manajemen Perkoperasian tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi para pengurus untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan koperasi masing-masing secara lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses