Bukan Hanya Pengusaha, Media di Tana Tidung Juga Terdampak Gangguan Jaringan

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com — Gangguan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Tana Tidung dalam beberapa hari terakhir mulai dikeluhkan masyarakat, terutama para pelaku usaha yang menggantungkan aktivitas bisnisnya pada koneksi internet.

Gangguan yang disebut terjadi terutama pada siang hingga sore hari itu dirasakan pengguna sejumlah operator seluler, di antaranya Telkomsel dan Indosat. Kondisi tersebut membuat akses internet melambat, bahkan pada waktu tertentu sulit digunakan untuk membuka aplikasi komunikasi maupun layanan transaksi daring.

Bagi masyarakat umum, gangguan jaringan mungkin hanya menghambat komunikasi. Namun bagi pelaku usaha online, driver, pengusaha travel, pedagang, hingga pekerja media, koneksi internet merupakan bagian penting dari aktivitas sehari-hari.

Ketika jaringan terganggu, transaksi terhambat, komunikasi dengan pelanggan terputus dan berpotensi menimbulkan kerugian.

Salah satu pengusaha travel di Tana Tidung, Imam, mengaku sudah sekitar tiga hari terakhir merasakan gangguan jaringan yang cukup mengganggu aktivitas usahanya.

Menurutnya, kondisi jaringan mulai terasa bermasalah ketika memasuki siang hari. Aplikasi komunikasi seperti WhatsApp bahkan sulit dibuka sehingga komunikasi dengan calon penumpang menjadi terhambat.

“Asal siang jaringan sudah tidak bagus. Penumpang saya sampai lepas karena jaringan lemot. WhatsApp saja tidak dapat dibuka. Sekarang tambah parah, terutama jaringan Telkomsel,” ujar Imam kepada Metrokaltara.com Sabtu (19/9/2026).

Imam mengatakan, persoalan tersebut bukan sekadar masalah kenyamanan berkomunikasi. Bagi dirinya yang menjalankan usaha travel secara online, koneksi internet menjadi salah satu penentu kelancaran transaksi.

Sejumlah calon penumpang yang sebelumnya telah melakukan pemesanan akhirnya sulit dihubungi. Di sisi lain, pelanggan juga kesulitan menghubungi dirinya untuk memastikan keberangkatan maupun jadwal perjalanan.

“Kalau begini kan rugi. Jaringan tidak dapat dibuka, bagaimana orang mau pesan travel. Tambah parah sekarang jaringan di KTT ini. Buat kita yang berusaha, kondisi seperti ini sangat merugikan,” keluhnya.

Ia berharap operator telekomunikasi segera melakukan pengecekan dan perbaikan terhadap kualitas jaringan di wilayah Tana Tidung.

Menurutnya, masyarakat saat ini semakin bergantung pada layanan digital. Tidak hanya untuk media sosial, tetapi juga untuk transaksi, pemesanan kendaraan, komunikasi dengan pelanggan, pembayaran dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Harus segera ditindaklanjuti. Kasihan pedagang online dan pengusaha lainnya. Kami yang menggunakan aplikasi, jaringan jelek otomatis aplikasi tidak dapat dibuka,” harap Imam.

Pedagang Online Ikut Terdampak

Keluhan serupa juga dirasakan pelaku usaha lain yang memasarkan produk melalui media sosial dan aplikasi percakapan.

Bagi pedagang online, komunikasi dengan pembeli harus berlangsung cepat. Pesan yang terlambat masuk atau tidak terkirim dapat membuat calon pembeli beralih kepada penjual lain.

Seorang pelaku usaha online di Tana Tidung Angga  mengatakan, gangguan jaringan pada siang hari membuat dirinya kesulitan membalas pesan pelanggan.

“Kalau pembeli tanya barang, kita harus cepat balas. Kalau jaringan lambat, pesan masuknya terlambat. Kadang sudah kita balas, ternyata tidak terkirim,” keluhnya.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu karena sebagian transaksi dilakukan sepenuhnya melalui telepon seluler.

“Sekarang jualan banyak lewat WhatsApp. Foto barang, harga, alamat, sampai pembayaran semuanya melalui HP. Kalau jaringan bermasalah, otomatis usaha juga ikut terganggu,” ujarnya.

Imam Pun Harus Mencari Jaringan Agar Dapat Terhubung ke Pelanggan nya

Driver Kesulitan Berkomunikasi dengan Penumpang

Gangguan jaringan juga berpotensi berdampak terhadap pengemudi yang mengandalkan aplikasi maupun komunikasi daring untuk mendapatkan penumpang.

Heri seorang driver lain nya di Tana Tidung mengatakan, gangguan koneksi membuat komunikasi dengan pelanggan tidak selalu berjalan lancar.

“Kadang pelanggan sudah menghubungi, tetapi pesan baru masuk setelah beberapa menit. Begitu kita balas, jaringan kembali hilang. Ini tentu menyulitkan, apalagi kalau sedang mengejar waktu,” katanya.

Menurutnya, persoalan jaringan bukan hanya terjadi ketika mengakses media sosial, tetapi juga ketika membuka aplikasi yang membutuhkan koneksi internet secara terus-menerus.

Aktivitas Media Ikut Terganggu

Gangguan jaringan juga dirasakan insan media yang setiap hari membutuhkan koneksi internet untuk mengirim, mengolah dan menerbitkan informasi.

Awak media Metrokaltara.com turut merasakan gangguan koneksi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi jaringan yang lambat bahkan hilang pada waktu tertentu membuat proses pengiriman bahan berita menjadi lebih lama.

Padahal, dalam kerja jurnalistik, kecepatan jaringan sangat berpengaruh terhadap proses peliputan, mulai dari komunikasi dengan narasumber, pengiriman foto dan video, penyusunan bahan hingga publikasi berita.

Ketika jaringan terganggu, informasi yang seharusnya dapat segera diterbitkan menjadi tertunda.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan jaringan telekomunikasi di daerah bukan lagi sekadar persoalan teknis. Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan pelayanan berbasis digital, kualitas jaringan telah menjadi bagian penting dari kebutuhan masyarakat.

Pengusaha Minta Operator Berikan Penjelasan

Para pelaku usaha berharap operator telekomunikasi segera memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan yang terjadi serta memastikan langkah perbaikan dilakukan.

Mereka juga berharap gangguan tidak berlangsung berlarut-larut, terutama pada jam-jam produktif ketika aktivitas perdagangan dan pelayanan masyarakat sedang tinggi.

Bagi pengusaha kecil dan menengah yang sebagian besar mengandalkan telepon seluler, gangguan internet selama berjam-jam dapat berpengaruh langsung terhadap pendapatan.

Masyarakat pun berharap kualitas jaringan di Tana Tidung dapat terus ditingkatkan seiring semakin besarnya kebutuhan terhadap layanan digital.

Hingga berita ini diturunkan, keluhan masyarakat terutama berkaitan dengan koneksi yang melambat dan sulit digunakan pada siang hari. Penyebab teknis gangguan maupun langkah penanganan dari masing-masing operator masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Metrokaltara.com menunggu penjelasan resmi dari operator telekomunikasi mengenai gangguan jaringan yang dirasakan masyarakat Tana Tidung tersebut. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses