Jakarta, MK – Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencari sosok tepat untuk menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Berbagai kriteria dipertimbangkan agar pemimpin IKN itu mampu mengeksekusi pembangunan, pemindahan, dan mengelolanya.
“Proses yang wajar saja untuk beliau mempertimbangkan siapa yang paling tepat. Kita kan masih punya waktu kira-kira kurang dari dua bulan seperti dimandatkan untuk segera memilih kepala otorita,” kata Tenaga Ahli Utama KSP Wandy Tuturoong.
Presiden Jokowi mengungkap kriteria calon Kepala Otorita IKN idealnya pernah menjabat kepala daerah dan berlatar belakang arsitek. Sejumlah nama seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, hingga Gubernur Aceh Nova Iriansyah kemudian mencuat diperbicangkan karena kecocokan latar belakang yang disebut Jokowi.
Berdasarkan beleid IKN yang baru-baru ini disahkan di DPR, kepala otorita akan ditunjuk dan diangkat presiden paling lambat dua bulan setelah UU diundangkan. Menurut Wandy, nama-nama yang menjadi spekulasi di publik tak bisa dihindari.
Meski begitu, pemilihannya menjadi prerogatif Presiden. Nama-nama yang belum muncul juga bisa saja mencuat sehingga banyak pilihan.

