Supa’ad Hadianto Dorong Pemda Perkuat Dukungan untuk Sekolah Lansia di Tarakan

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan Sekolah Lansia. Ia menilai, wadah tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat interaksi sosial masyarakat lanjut usia.

Hal itu disampaikan Supa’ad usai menghadiri kegiatan Senam Lansia dan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) bersama Sekolah Lansia Melati Indah di Kelurahan Karang Balik, Kota Tarakan, Sabtu (27/6/26).

Dalam kegiatan tersebut, puluhan peserta yang mayoritas berusia di atas 60 tahun mengikuti senam bersama sebelum melanjutkan aksi gotong royong membersihkan lingkungan di RT 07. Menurut Supa’ad, semangat para lansia menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif dan memberi manfaat bagi lingkungan.

“Adanya paguyuban atau Sekolah Lansia ini sangat bagus. Pesertanya minimal berusia 60 tahun dan mayoritas ibu-ibu. Saya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Sekolah Lansia di Karang Balik,” ujarnya.

Ia menegaskan, Sekolah Lansia perlu mendapat dukungan, baik secara moral maupun material, karena tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi serta mendorong lansia tetap sehat dan produktif.

“Tentu ini perlu kita dukung, baik secara material maupun moral. Semoga silaturahmi seperti ini terus memberi semangat kepada para lansia,” katanya.

Supa’ad juga mengaku terkesan dengan antusiasme peserta yang dinilainya memiliki kekompakan dan semangat belajar tinggi, meski di usia lanjut.

“Saya sangat mengapresiasi. Walaupun usia sudah lanjut, semangat mereka luar biasa,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Tarakan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dapat memasukkan pembinaan lansia sebagai salah satu program prioritas, sehingga keberadaan Sekolah Lansia dapat terus berkembang dan berkelanjutan.

“Lansia sesungguhnya menjadi tanggung jawab negara. Karena itu perlu dukungan pemerintah,” tegasnya.

Selain itu, Supa’ad turut mengapresiasi semangat gotong royong para peserta yang mengandalkan iuran swadaya dalam setiap kegiatan. Ia menyebut nilai sosial tersebut mulai jarang ditemui di tengah masyarakat.

“Kalau ada kegiatan mereka patungan Rp25 ribu per orang. Nilai sosial seperti ini luar biasa. Mereka juga memiliki berbagai hasil keterampilan yang bisa terus dikembangkan,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses