TARAKAN – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Utara, Syamsi Sarman, menjelaskan bahwa Pelatihan Ideologi dan Kepemimpinan Nasional (PIKNAS) merupakan salah satu program kerja Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dilaksanakan secara nasional. Tujuannya adalah untuk pembinaan ideologi dan kepemimpinan.
“PIKNAS terdiri dari dua sesi, yaitu ideologi dan kepemimpinan. Sesi ideologi membahas bagaimana menguatkan dan memantapkan jati diri seorang Muhammadiyah, sedangkan sesi kepemimpinan bertujuan untuk mensolidkan konsolidasi pimpinan di Kalimantan Utara,” ujarnya, Minggu (10/8/25).
Peserta kegiatan ini berasal dari seluruh tingkatan pimpinan, mulai dari cabang, daerah, hingga wilayah di Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi antar wilayah dan antar daerah.
Materi yang diberikan kepada peserta antara lain pembekalan untuk membuka wawasan para pemimpin. “Kalau secara ideologi kita tidak ada masalah karena itu sifatnya internal. Namun, untuk pembekalan kepemimpinan, banyak pengetahuan dan wawasan yang disampaikan, mulai dari isu pertambangan hingga isu-isu nasional,” jelasnya.

Foto bersama seluruh peserta PIKNAS dengan Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. M. Busro Muqoddas, SH. MH dan juga pemateri lainnya usai kegiatan penutupan.
Syamsi menekankan pentingnya pemimpin memiliki pandangan luas. “Kita tidak boleh seperti katak di dalam tempurung. Pemimpin harus memiliki wawasan luas, agar tidak mudah mengambil kesimpulan tergesa-gesa. Kita diajarkan untuk melihat segala sesuatu secara komprehensif,” tambahnya.
Dalam penutupannya, Syamsi berpesan agar seluruh pimpinan, mulai dari tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting, segera mensolidkan kembali program kerja yang telah direncanakan dalam bentuk rencana aksi jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Walaupun terkesan terlambat, tidak ada kata terlambat. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Setiap daerah juga diharapkan membentuk Lembaga Hikmah, yang bertugas menjawab isu-isu aktual. Hasil pelatihan ini akan di-follow up di daerah masing-masing hingga ke tingkat ranting,” Tutup Syamsi. (Sui)

