TANJUNG SELOR, MK – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kini menjadi primadona bagi para investor. Tak hanya dalam negeri, investor mancanegara pun turut terpikat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki provinsi termuda di Tanah Air ini.

Bagaimana tidak, Kaltara merupakan salah satu daerah yang memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah. Bahkan diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Seperti yang dikatakan Konsulat Jenderal (Konjen) Filipina, Manuel Cueto Ayap usai bertemu Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, Senin (29/3).

Sektor perikanan dan pariwisata Kaltara menjadi sasaran negara tetangga itu untuk dikembangkan bersama pelaku usaha di Filipina.

“Perikanan dan pariwisata masih sangat menjanjikan di Kaltara. Tapi ke depannya bukan potensi itu saja yang akan kami kembangkan, intinya apa yang sudah kita terapkan di Manado dan Papua akan kita terapkan juga di Kaltara ini,” ungkap Manuel.

Pihaknya berharap rencana kerja sama ini dapat segera terealisasi agar kemudian dapat dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). “Target kita harus MoU secepatnya, mengenai waktunya kapan kita belum tentukan,” ujar pria tersebut.

Recana kerja sama dengan Filipina ini pun disambut baik oleh Gubernur. Ia merasa bahwa kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kaltara.

“Pada dasarnya kami sambut baik, apalagi kalau kerja sama yang diinginkan Filipina itu bisa membawa kebaikan untuk masyarakat Kaltara,” harap Gubernur Zainal.

Meski demikian, Gubernur Zainal mengatakan bahwa penawaran kerja sama antara Filipina dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ini masih perlu dipelajari lebih terperinci.

“Jika perlu kita bentuk tim untuk mempelajari baik dan buruknya dari kerja sama itu. Berbeda dengan kerja sama Sosek Malindo yang sudah berjalan dan manfaatnya sudah bisa dirasakan,” pungkasnya. (mil/sur/diskominfo)