Nunukan, MK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan. Pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WITA, kebakaran dilaporkan terjadi di Jalan Anastawijaya (Panamas) RT 03, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan.
Api membakar lahan dengan luas diperkirakan mencapai kurang lebih 1 hektar. Menindaklanjuti laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas ke area sekitar.
Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Nunukan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana operasional, di antaranya 1 unit mobil slip on, 1 unit mobil L300, 1 unit motor trail, 1 unit mesin pompa apung, serta perlengkapan pemadaman karhutla lainnya.
Proses pemadaman melibatkan 12 personel BPBD, 1 personel kepolisian, serta dukungan masyarakat sekitar yang turut membantu penanganan di lapangan. Berkat kerja sama seluruh unsur, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke kawasan permukiman warga.
Kasubid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasan, menyampaikan bahwa personel bergerak cepat begitu menerima informasi dari masyarakat terkait munculnya titik api di lokasi tersebut.
“Kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga. Kondisi cuaca yang cukup panas dan angin di lapangan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman, namun berkat kerja sama tim dan masyarakat, api berhasil dikendalikan,” ujar Hasan.
Sementara itu, Kasubid Informasi BPBD Kabupaten Nunukan, Dayat, mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca panas yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Saat ini potensi kebakaran cukup tinggi, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla,” ungkap Dayat.
BPBD Kabupaten Nunukan juga terus melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul pasca pemadaman. (**)

