Dinas Pertanian Bersama Petani Kopi Malinau Ikuti Pelatihan Uji Mutu dan Cita Rasa Kopi sesuai SNI

by Supriyadi Rodrigers
MALINAU, MK – Dinas Pertanian Kabupaten Malinau mengikuti Pelatihan Uji Mutu dan Cita Rasa Kopi sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia) yang dilaksanakan oleh pihak BI (Bank Indonesia) melalui video conference. Untuk Kabupaten Malinau pelatihan ini diikuti oleh para petani kopi Malinau yang berlangsung di ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau, pada Selasa (24/11).
Kepala Dinas Pertanian Dr. Afri ST. Padan, SP, M.Si menjelaskan kegiatan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dengan pihak BI (Bank Indonesia) kepada petani kopi yaitu berupa pelatihan.
ā€œSeharusnya tadi ini dilaksanakan dalam bentuk rembug kopi karena masalah Covid-19 akhirnya terpisah kegiatannya dimana lanjutan dari pelatihan ini nanti kita mau buat rembug kopi,ā€ jelasnya.
Rembug ini nanti kata Dr. Afri, akan membahas masalah lanjutan dari pelatihan ini seperti apa yang mereka butuhkan mulai dari pelaku usahanya, pelaku utama maupun stakeholder terkait yaitu pemerintah daerah, desa dan kecamatan.
ā€œKita harapkan dengan pelatihan ini petani-petani kopi maupun pelaku usahanya bisa mengangkat ciri khas dari kopi Malinau. Baik dari model produk kemasannya yang dipasarkan maupun bagaimana proses membuat serbuk kopi yang bermutu dan berkualitas serta memiliki cita rasa,ā€ ujarnya.
ā€œJadi kita sangat butuh masukan dan informasi dari pelatihan ini supaya kami juga punya dasar untuk pengembangan berikutnya,ā€ imbuhnya.
Kemudian sejauh ini produk kopi di Malinau sudah sampai pemasaran, hanya saja permasalahan sekarang yaitu bagaimana lisensi dari sertifikasi kopi ini.
ā€œIni yang masih kita coba patenkan kedepannya hanya saja kita perlu tahu tahapan dari itu dan salah satunya seperti pada pelatihan ini disampaikan masalah mutu kualitas dan cita rasa harus kita penuhi dulu. Setelah itu baru kita bisa masuk dalam tahap sertifikasi kopi Malinau, baik dari kopi yang di budidayakan maupun dipasarkan tadi,ā€ ungkapnya.
Sebetulnya untuk potensi kopi di Malinau itu besar jelas Dr. Afri, hanya saja masih diserap oleh pasaran lokal.
ā€œKalau kita mau lihat di toko-toko masih banyak kopi-kopi dari luar sebenarnya. Ini juga tidak masalah itu memperkaya juga tergantung cita rasa lidah masyarakat Malinau, cocok apa tidak dengan kopi dari luar maupun kopi lokal khas dari Malinau,ā€ ucapnya.
Jadi agar bisa bersaing semua harus di tata dengan baik lanjut Dr. Afri, mulai dari sektor hulu dan hilir, mutu dan kualitasnya, bagaimana tata kelola pemasaran semua di rapikan kembali. Kemudian bagaimana meningkatkan mutu SDM para petani, sarana prasarananya, lahannya termasuk kebijakan yang bisa mengamankan petani lokal agar mereka juga bisa berproduksi.
ā€œJika mereka bisa berproduksi untuk pemasaran akan lancar dengan sendirinya karena kebutuhan kopi ini sama seperti kita makan nasi. Rutin kita konsumsi jangankan di Malinau di luar juga sudah sangat rutin dikonsumsi,ā€ tuturnya.(*Pri)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: