Dorong Ekspor Perikanan Lewat Udara, BKHIT Kaltara Bidik Potensi Ekonomi yang Selama Ini Belum Tercatat

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Potensi ekspor komoditas perikanan di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai masih sangat besar dan belum tergarap secara optimal. Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara mendorong pemanfaatan jalur udara sebagai alternatif distribusi yang lebih cepat dan efisien, khususnya untuk komoditas perikanan hidup dan ikan segar.

Upaya tersebut dibahas dalam forum diskusi yang digelar BKHIT Kaltara bersama pengguna jasa, pelaku usaha, dan UMKM sektor perikanan di Tarakan, Rabu (4/6/26). Kegiatan yang berlangsung di Cafe Dojo, Jalan Mulawarman, itu turut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah, instansi teknis, hingga organisasi pengusaha.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Gubernur Kaltara Bidang Ekonomi, Infrastruktur dan Pembangunan Ir. Wahyuni Nuzband, perwakilan Bandara Juwata Tarakan, Ketua APINDO Kaltara Peter Setiawan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara, Kepala UPT Bapenda Tarakan, Dinas Perikanan Tarakan, Bapenda Kaltara, serta para pelaku usaha dan pengguna jasa sektor perikanan.

Kepala BKHIT Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, saat memperlihatkan tempat/aquarium penampungan hasil perikanan yang berada di Kantor BKHIT yang berada dijalan Mulawarman.

Kepala BKHIT Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, mengatakan diskusi tersebut menjadi langkah awal untuk membuka perspektif baru mengenai besarnya potensi ekonomi sektor perikanan di wilayah perbatasan seperti Kaltara.

Menurutnya, selama ini sebagian besar aktivitas perdagangan dan distribusi hasil perikanan belum tercatat secara optimal dalam sistem resmi. Berdasarkan data produksi yang dihimpun dari berbagai instansi teknis, aktivitas usaha perikanan yang tercatat secara formal diperkirakan baru mencapai sekitar 5 persen.

“Kalau melihat data di lapangan, yang tercatat resmi itu masih sangat kecil. Artinya ada potensi ekonomi besar yang belum masuk dalam sistem. Ini yang ingin kita buka bersama, supaya manfaat ekonominya juga lebih besar bagi daerah,” ujar Ichi.

Ia menjelaskan, sekitar 95 persen aktivitas ekonomi perikanan masih berada pada sektor yang belum terdokumentasi secara maksimal atau sering disebut sebagai underground economy. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk meningkatkan tata kelola perdagangan hasil perikanan.

Dalam kesempatan itu, BKHIT Kaltara juga mendorong pemanfaatan jalur udara sebagai sarana distribusi dan ekspor komoditas perikanan. Menurut Ichi, keberadaan penerbangan langsung menuju Hong Kong membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk perikanan asal Kaltara.

“Kalau lewat udara tentu lebih cepat, bahkan bisa lebih murah dalam kondisi tertentu. Kita ingin memberi pilihan kepada pelaku usaha. Bukan berarti jalur laut tidak dipakai, tetapi ada opsi lain yang lebih efisien untuk komoditas tertentu,” katanya.

Ia menambahkan, pengiriman melalui udara memiliki keunggulan dari sisi kecepatan distribusi, terutama untuk komoditas yang membutuhkan penanganan khusus agar kualitas tetap terjaga hingga sampai ke konsumen.

Selain itu, penguatan jalur ekspor langsung dari Tarakan dinilai penting agar Kalimantan Utara tidak kehilangan peluang ekonomi ke daerah lain yang telah memiliki fasilitas ekspor lebih siap.

“Kalau mereka bergeser ke daerah lain, misalnya ke bandara yang fasilitas ekspornya lebih siap, maka Kaltara kehilangan momentum. Padahal kalau ekspor langsung dari Tarakan berjalan, dampaknya besar. Harga di tingkat nelayan dan pembudidaya bisa naik, aktivitas ekonomi tumbuh, hingga pendapatan daerah ikut bergerak,” jelasnya.

Meski berupaya menyederhanakan proses pelayanan, Ichi menegaskan seluruh ketentuan dan persyaratan teknis dalam kegiatan ekspor tetap harus dipenuhi oleh pelaku usaha, termasuk dokumen mutu dan sistem pengawasan seperti Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).

“Kita tidak meniadakan aturan. Semua tetap berjalan sesuai regulasi, termasuk soal karantina dan persyaratan teknis. Tapi kami ingin prosesnya lebih cepat, lebih mudah,” pungkasnya.

Melalui sinergi lintas sektor yang dibangun dalam forum tersebut, BKHIT Kaltara berharap potensi besar sektor perikanan daerah dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan Kaltara di pasar nasional maupun internasional.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses