BULUNGAN, MK – Peluncuran produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) milik Perumda Air Minum Danum Benuanta Bulungan mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Inovasi yang diluncurkan pada Senin (6/7/2026) tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Tasa Gung, mengapresiasi keberanian Perumda Air Minum Danum Benuanta dalam menghadirkan produk AMDK yang diharapkan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Bulungan.
“Ini salah satu hal yang sangat luar biasa dan patut kita acungkan jempol, dua jempol bahkan. Perusahaan daerah sudah berinovasi untuk pengembangan dan peningkatan kualitas air kemasan kita,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan utama yang harus dijaga ke depan adalah konsistensi kualitas produk. Ia menekankan bahwa aspek higienitas, rasa, serta mutu produksi harus menjadi perhatian utama agar mampu bersaing dengan berbagai merek air minum kemasan yang telah lebih dulu beredar di pasaran.
Berdasarkan penilaiannya, kualitas dan cita rasa AMDK Danum Benuanta tidak kalah dibandingkan produk-produk yang selama ini didatangkan dari luar daerah.
“Kalau dari sisi kualitas dan rasa, produk kita ini tidak kalah jauh dengan yang datang dari luar daerah. Jadi, kalau sudah ada produk lokal di dalam daerah sendiri, ngapain kita harus pesan dari luar?” tegasnya.
Selain menjadi kebanggaan daerah, Tasa Gung berharap kehadiran AMDK Danum Benuanta dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulungan.
Ia menilai pasar air minum dalam kemasan masih sangat terbuka. Dengan pengelolaan yang profesional, produk lokal tersebut memiliki peluang besar untuk bersaing dengan berbagai merek nasional maupun produk yang selama ini dipasok dari luar Kalimantan.
Tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, keberadaan lini produksi AMDK juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Harapan kita tentu dengan hadirnya AMDK ini bisa meningkatkan PAD kita. Di sisi lain, lini produksi ini setidaknya juga bisa menyerap tenaga kerja lokal kita, sehingga bisa membantu mengurangi angka pengangguran di Bulungan,” pungkasnya.
(Fy/red)

