Nunukan, MK – Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua warga yang diduga hanyut dan lemas di aliran Sungai Sembakung, wilayah Desa Pulau Keras, Kecamatan Sembakung Atulai, pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 Wita.
Korban diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni Kuntakan (53) dan Masundi (52), warga Desa Pulau Keras. Keduanya dilaporkan mengalami musibah saat menyeberangi Sungai Sembakung menggunakan perahu untuk menemui anak mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, di tengah perjalanan perahu yang ditumpangi pasangan tersebut menabrak sebatang kayu yang berada di aliran sungai. Benturan itu mengakibatkan perahu karam dan kedua korban diduga hanyut terbawa arus.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan melalui Pos BPBD Lumbis segera berkoordinasi dengan aparat setempat dan unsur terkait untuk melakukan operasi pencarian. Tim gabungan melakukan asesmen awal di lokasi kejadian sebelum menyisir area di sekitar titik terakhir korban terlihat.
Selain melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, petugas juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat setempat guna memperluas area pencarian. Perkembangan operasi pencarian juga terus disampaikan kepada pihak keluarga korban.
Komandan Lapangan Pos BPBD Lumbis, Jamiat, mengatakan bahwa proses pencarian dilakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat, mengingat kondisi arus sungai cukup menantang.
“Kami langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat. Tim gabungan telah melakukan asesmen dan penyisiran di lokasi terakhir korban diduga tenggelam. Pencarian akan terus dilanjutkan hingga ada perkembangan lebih lanjut. Kami juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai agar selalu mengutamakan keselamatan, menggunakan alat pelampung, dan meningkatkan kewaspadaan terutama saat kondisi arus sungai tidak bersahabat,” ujar Jamiat.
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian akan terus dilaksanakan berdasarkan hasil koordinasi BPBD bersama instansi terkait dan dukungan masyarakat setempat dengan harapan kedua korban segera ditemukan. (**)

