Nunukan, MK – Tawa riang dan wajah penuh semangat mewarnai halaman SD Negeri 005 Nunukan saat rombongan Bunda PAUD Kabupaten Nunukan melakukan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026, Senin (13/07/2026)
Kehadiran Penasihat Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Ny. Susanti Hermanus, disambut antusias oleh para peserta didik baru yang baru saja memulai perjalanan mereka di bangku sekolah dasar.
Dengan penuh kehangatan, Susanti tampak berjongkok menyapa satu per satu anak-anak, ia mengajak mereka berbincang ringan, menanyakan nama, perasaan di hari pertama sekolah, hingga memberikan senyum dan semangat agar mereka tidak merasa takut menghadapi lingkungan yang baru. Momen sederhana itu langsung mencairkan suasana. Anak-anak yang semula tampak malu perlahan tersenyum dan menjawab dengan penuh percaya diri.
Interaksi hangat tersebut menjadi gambaran nyata bahwa hari pertama sekolah tidak harus dipenuhi rasa cemas, melainkan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi setiap anak.
Monitoring yang dilaksanakan di SD Negeri 005 dan SD Negeri 001 Nunukan ini bertujuan memastikan pelaksanaan program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, sebagaimana diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), benar-benar diterapkan di satuan pendidikan.
Program tersebut menekankan pentingnya proses adaptasi anak secara bertahap, sehingga lulusan PAUD yang memasuki jenjang sekolah dasar tetap merasa aman, nyaman, bahagia, dan diterima oleh lingkungan barunya.
Dalam kesempatan itu, Susanti juga mengingatkan para guru agar menjadi sosok yang mampu menghadirkan rasa aman bagi peserta didik baru. menurutnya, proses transisi bukan sekadar mengenalkan ruang kelas atau aturan sekolah, tetapi juga membantu anak membangun rasa percaya diri, mengenal teman-teman baru, memahami lingkungan sekolah, hingga beradaptasi dengan pola pembelajaran di jenjang SD.
“Kami ingin memastikan anak-anak yang baru lulus dari PAUD dapat menjalani masa transisi dengan menyenangkan. Guru memiliki peran yang sangat penting untuk mendampingi mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah, teman-teman, serta proses pembelajaran yang baru,” ujarnya.
Suasana kebersamaan juga terlihat saat seluruh peserta didik baru berkumpul bersama guru, Bunda PAUD, dan jajaran sekolah untuk berfoto bersama di halaman sekolah. Deretan anak-anak dengan seragam merah putih tampak tersenyum ceria sambil membawa berbagai media edukatif yang mereka terima selama kegiatan MPLS. Pemandangan itu menjadi simbol bahwa sekolah adalah rumah kedua yang siap menerima mereka dengan penuh kasih sayang.
Melalui kegiatan monitoring ini, Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nunukan berharap seluruh sekolah dasar di Kabupaten Nunukan konsisten menerapkan konsep MPLS Ramah Anak, sehingga tidak ada lagi proses pengenalan sekolah yang menimbulkan rasa takut atau tekanan bagi peserta didik baru.
Dengan pendampingan yang tepat sejak hari pertama, diharapkan anak-anak mampu beradaptasi lebih cepat, mencintai lingkungan sekolah, dan tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, bahagia, serta siap mengikuti proses pembelajaran di jenjang pendidikan dasar. (**)

