Gedung Baru SMPN 1 Malinau Kota, Jadi Ruang Isolasi

by Redaksi Kaltara

Malinau – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM menerangkan bahwa selama ini ruangan yang sudah disiapkan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) sebanyak 24 kamar telah terisi pasien semua.

“Sekarang posisi Bandiklat sudah penuh artinya sudah terisi semua dengan orang-orang yang teridentifikasi OTG (Orang Tanpa Gejala). Kemudian kita lihat belakangan ini pasien OTG makin meningkat walaupun melambat,” terangnya saat ditemui di gedung SMPN 1 Malinau Kota, pada Senin (11/05)

“Sesuai dengan instruksi Bupati, maka kami coba melihat di beberapa tempat yang mungkin bisa dijadikan tempat karantina,” imbuhnya.

Semua tempat sudah di survei, seperti hotel dan bangunan lainnya. Berdasarkan pantauan survei yang masuk dalam jangkauan ialah gedung baru SMPN 1 Malinau Kota. Ini dipilih karena bisa dijangkau semua akses seperti tenaga kesehatan mudah kesini dan yang terpenting sarana prasarana sudah lengkap dengan adanya aliran listrik dan ruang ber-AC.

“Kita hanya tinggal menambah tempat tidur. Yang sudah ada sekitar 10 buah dari rumah sakit, kemudian 4 buah dari Bandiklat dan sisanya kita ambil tempat tidur baru,” katanya.

Untuk saat ini yang sempat terhitung ada sekitar 44 tempat tidur. Mungkin nanti bisa bertambah menyesuaikan dengan ruangan yang digunakan.

“Ruang yang digunakan ini Blok A lantai 1 dan 2. Nanti di sini juga akan ada perawat yang menjaga. Kita juga sudah mempersiapkan ruang kepala sekolah dan guru jika memang nanti digunakan,” jelasnya.

“Pertimbangan tim Dinas Kesehatan, dalam satu ruangan bisa ada 6, 8 dan 10 orang. Kita sesuaikan ukuran tempat tidur juga dengan ruang gerak mereka dan akan dibuat jarak,” terangnya.

Berkaitan dengan fasilitas, pemerintah sudah mencoba untuk melengkapi diantaranya kursi, AC, dispenser, televisi dan akan disiapkan juga wifi untuk memudahkan para pasien berkomunikasi dengan keluarga. Demikian juga dengan kelengkapan makan dan minum akan disediakan termasuk kebutuhan peralatan mandi seperti sabun dan pasta gigi.

“Jadi nanti akan kita buat senyaman mungkin,” ujarnya.

Besok (Selasa) bersama dengan Satpol PP dan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana akan membuat pembatas ruang gerak mereka, agar mereka juga bisa melakukan aktivitas selama menjalani masa karantina.

“Sesuai dengan arahan Bupati secepatnya dalam 2, 3 hari kedepan bisa digunakan. Makanya dalam satu minggu ini coba kita kejar agar paling tidak fasilitas di lantai 2 sudah siap. Disini juga kita sudah pasang CCTV untuk memantau semua pasien. Kalau memang sudah siap nanti segera kita laporkan ke bupati untuk dilakukan pergeseran beberapa pasien,” tuturnya. (Red/Diskominfo)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: