Konsisten Sejak 2014, Bank Sampah Karang Balik Tak Sekadar Jaga Kebersihan, Tapi Juga Hasilkan Nilai Ekonomi

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah terus dilakukan Kelurahan Karang Balik, Kota Tarakan. Salah satunya melalui pengelolaan Bank Sampah yang telah berjalan sejak tahun 2014 dan hingga kini masih aktif memberikan edukasi kepada warga untuk memilah sampah dari rumah.

Sekretaris Lurah Karang Balik, Rusdi Kurniawan, yang mewakili pihak kelurahan, mengatakan keberadaan bank sampah bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan membiasakan memilah sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Bank Sampah ini sudah berdiri sejak 2014 sampai sekarang. Tujuan utamanya adalah mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dan mengurangi jumlah sampah di lingkungan sekitar,” ujar Rusdi saat ditemui di lokasi Bank Sampah, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat dua unit bank sampah yang beroperasi di wilayah Kelurahan Karang Balik. Bank Sampah BAIS berada di RT 12, sedangkan Bank Sampah Paguntaka berada di RT 7.

“Untuk Kelurahan Karang Balik ada dua titik bank sampah. Ini termasuk cukup banyak karena di beberapa kelurahan biasanya hanya ada satu. Harapannya masyarakat semakin sadar untuk memilah sampah sebelum dibuang,” katanya.

Menurut Rusdi, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup baik. Hingga saat ini jumlah nasabah yang terdaftar dan aktif berpartisipasi mencapai lebih dari 100 orang.

“Kalau dilihat dari antusias masyarakat sejak 2014 hingga sekarang cukup baik. Nasabahnya lebih dari 100 orang. Mereka ada yang mengantarkan sampah secara langsung dan ada juga yang dijemput oleh pengelola,” ungkapnya.

Ia menilai partisipasi tersebut menunjukkan adanya kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Rusdi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus membangun kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengelolanya secara lebih bertanggung jawab.

“Kalau ingin mewujudkan kota yang nyaman dan bersih, kuncinya ada pada kesadaran masyarakat. Sampah harus dibuang pada tempatnya dan dikelola dengan baik, tidak dibuang sembarangan,” tegasnya.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, program bank sampah juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang telah dipilah dapat ditabung dan memiliki nilai jual sehingga memberikan keuntungan tambahan bagi nasabah.

“Bank sampah bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi. Masyarakat yang memilah sampah dapat menabung melalui bank sampah dan hasilnya bisa dimanfaatkan kembali,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses