TARAKAN – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 59 Tarakan menggelar kegiatan puncak kokurikuler bertajuk Praktikum Komunitas: Petani Cilik (PECIL) dengan tema “Menanam dan Merawat TOGA (Tanaman Obat Keluarga)”, Selasa (2/6/26).
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut bertujuan menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan manfaat tanaman obat keluarga melalui praktik budidaya secara langsung.
Penanggung jawab kegiatan, Sherly Jelita Putri, mengatakan bahwa program PECIL merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam mengenal dan merawat tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga, tetapi juga belajar mencintai lingkungan dan memahami pentingnya menjaga keberlanjutan alam sejak usia dini,” ujarnya.
Kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama antara Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Tarakan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan. Dalam pelaksanaannya, Kelompok Tani Cinta Tangguh Tarakan turut hadir memberikan pendampingan kepada para peserta didik saat praktik penanaman berbagai jenis tanaman obat keluarga.
Materi kegiatan untuk jenjang Sekolah Rakyat Dasar Terintegrasi 59 Tarakan disampaikan oleh Hj. Siti Nurhidayah, selaku Kepala Bidang Penyuluhan, Layanan Usaha dan Pengolahan serta Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP). Sementara itu, materi bagi jenjang Sekolah Rakyat Menengah Pertama Terintegrasi 59 Tarakan diberikan oleh Wijaya Tennessy Iskandar, Penata Layanan Operasional.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik diperkenalkan pada berbagai jenis tanaman obat keluarga beserta manfaatnya bagi kesehatan. Setelah mendapatkan materi, para siswa diajak melakukan praktik langsung menanam dan merawat tanaman TOGA di area yang telah disiapkan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta didik terlihat aktif bertanya serta mengikuti setiap tahapan praktik yang diberikan oleh para pendamping dan narasumber.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap peserta didik dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan serta mendorong pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai alternatif pendukung kesehatan masyarakat.
Program Praktikum Komunitas: Petani Cilik menjadi salah satu upaya Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Tarakan dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, dan pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
“Menanam hari ini, menuai manfaat di masa depan,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan.

