Gubernur Ingatkan Pentingnya Pembangunan Bidang Kesehatan

by Muhammad Aras

PRIORITAS : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie pada pembukaan Raker Kesehatan Daerah tingkat Provinsi Kaltara di Kayan Ballroom Hotel Tarakan Plaza, Rabu (25/4).

TARAKAN, MK – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie, mengingatkan akan pentingnya pembangunan di sektor kesehatan. Ini karena kesehatan merupakan, indikator kesejahteraan masyarakat. Ini disampaikannya saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja (Raker) Kesehatan Daerah tingkat Provinsi Kaltara di Kayan Ballroom Hotel Tarakan Plaza, Rabu (25/4).

Irianto mengatakan, keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan, akan menentukan keberhasilan pemimpinnya. Bahkan menurutnya, seorang pemimpin, belum bisa disebut berhasil, jika tidak dapat menjamin dan meningkatkan kesehatan masyarakatnya.

Kesehatan, kata Gubernur, juga menjadi indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM), di samping pendidikan dan peningkatan pendapatan masyarakat. ‚ÄúNilai IPM suatu wilayah akan tinggi, jika tingkat kesehatan masyarakatnya bagus. Begitupun sebaliknya,‚ÄĚ kata Irianto. IPM sendiri, lanjutnya, merupakan pengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin tinggi IPM, makin sejahtera masyarakatnya.

Diakuinya, di bidang kesehatan, masih banyak masalah dan kendala. Terutama di daerah-daerah tak terjangkau, seperti pedalaman dan perbatasan. Kendala tersebut, sebutnya, berupa kurangnya infrastruktur, alat kesehatan (Alkes) tenaga kesehatan dan lainnya. ‚ÄúBerbagai program sudah kita lakukan. Seperti pembangunan rumah sakit dan Puskesmas di daerah perbatasan, pemenuhan SDM (Sumber Daya Manusia) kesehatan, obat-obatan hingga program pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin,‚ÄĚ kata Irianto.

‚ÄúKita akui juga rasio tenaga dokter dengan jumlah penduduk masih belum ideal. Temasuk cakupan tenaga kesehatan. Namun, kita terus berupaya agar semua itu terpenuhi. Mulai dari fasilitas, tenaga kesehatan hingga pelayanan yang maksimal,‚ÄĚ timpalnya.

Yang tak kalah penting, adalah rekayasa sosial dalam mencegah penyakit. Di antaranya, melalui ajakan masyarakat hidup sehat, menciptakan lingkungan sehat, dan meningkatkan kesadaran masyarakat. ‚ÄúHal lain yang perlu mendapat perhatian adalah pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Akan percuma rumah sakitnya bagus, dokter banyak, kalau pelayanannya tidak bagus,‚ÄĚ ujarnya. Dalam kesempatan itu, Gubernur mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah, utamanya di bidang kesehatan, agar dalam memberikan pelayanan dengan ikhlas dan penuh kesungguhan.

Ditambahkan Gubernur, untuk mencapai keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan, ada tiga hal yang harus dipenuhi. Yaitu, paradigma sehat, sarana dan prasarana kesehatan, serta jaminan kesehatan. Paradigma sehat, jelasnya, dibangun melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, peningkatan kepedulian warga untuk pencegahan penyakit, serta membangun lingkungan yang sehat, yang layak huni. ‚ÄúUntuk sarana prasarana, bersinergi dengan pusat kita berupaya memenuhi,‚ÄĚ kata Irianto.

Sementara itu, mengenai jaminan kesehatan, Pemprov Kaltara bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang komitmen mewujudkan Kaltara sebagai daerah yang 100 persen warganya sudah terdaftar untuk mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS, atau yang disebut UHC (Universal Health Coverage). ‚ÄúUtamanya, bagi masyarakat tidak mampu, kita berupaya untuk memberikan perhatian penuh. Kita berusaha menjamin akan memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal, dan gratis. Termasuk melalui program jemput pasien miskin,‚ÄĚ tutupnya.(humas)

Data-Fakta Program JKN-KIS Kaltara

Penganggaran Peserta JKN-KIS Segmen PBI APBD Pemprov Kaltara

  1. Sumber : APBD Provinsi Kaltara 2018
  2. Iuran : Rp 23.000 per jiwa per bulan
  3. Total : Rp 2.690.816.000
  4. Coverage : 14.624 jiwa PBI-D, rinciannya :

РKabupaten Bulungan        : 5.346 jiwa

РKabupaten Nunukan        : 3.120 jiwa

РKabupaten Tana Tidung    : 2.718 jiwa

РKota Tarakan            : 3.440 jiwa

Jumlah Peserta JKN-KIS se-Kaltara (Per April 2018)

  1. PBI

РPBI-N (Didanai APBN)        : 153.490 jiwa

РPBI-D (Didanai APBD)        : 82.067 jiwa

  1. NON-PBI

РPPNPN (Honorer)        : 14.511 jiwa

РPPU    (Pekerja Swasta)    : 72.041 jiwa

РMandiri            : 133.286 jiwa

РEks Askes            : 69.156 jiwa

РTNI/Polri            : 12.845 jiwa

РLainnya            : 39 jiwa

TOTAL                : 537.435 jiwa

Capaian Peserta JKN-KIS Kabupaten/Kota di Kaltara

  1. Kota Tarakan

РJumlah Penduduk            : 247.265 jiwa

РCapaian Peserta            : 201.089 jiwa

РUntuk Mencapai UHC            : 234.902 jiwa

РSisa Penduduk Yang Didaftarkan    : 33.813 jiwa

РKebutuhan Anggaran (8 Bulan)        : Rp. 6.221.592.000

  1. Kabupaten Bulungan

РJumlah Penduduk            : 129.383 jiwa

РCapaian Peserta            : 95.253 jiwa

РUntuk Mencapai UHC            : 122.914 jiwa

РSisa Penduduk yang Didaftarkan    : 27.661 jiwa

РKebutuhan Anggaran (8 bulan)        : Rp. 5.089.624.000

  1. Kabupaten Nunukan

РJumlah Penduduk             : 174.396 jiwa

РCapaian Peserta            : 139.156 jiwa

РUntuk Mencapai UHC            : 165.676 jiwa

РSisa Penduduk yang Didaftarkan    : 26.520 jiwa

РKebutuhan Anggaran (8 bulan)        : Rp. 4.879.680.000

4.Kabupaten Malinau

РJumlah Penduduk            : 76.836 jiwa

РCapaian Peserta            : 77.342 jiwa

РStatus UHC                 : 100,96 persen

  1. Kabupaten Tana Tidung

РJumlah Penduduk            : 23.639 jiwa

РCapaian Peserta            : 22.773 jiwa

РStatus UHC                : 96,63 persen

FKRTL Kerja Sama (Hingga September 2017)

  1. Kota Tarakan

– RSUD Tingkat I Tarakan

– RSAL Ilyas

– Klinik Utama Carsa

  1. Kabupaten Malinau

– RSUD Malinau

– RS Bergerak Langap Kabupaten Malinau

  1. Kabupaten Nunukan

– RSUD Nunukan

  1. Kabupaten Bulungan

– RSUD Soemarno Sosroatmodjo

Jumlah FKTP Per Kabupaten/Kota (hingga Maret 2018)

  1. Kota Tarakan

– 7 Puskesmas, 2 Klinik, 19 Dokter Praktek Pribadi (DPP), 5 Faskes TNI, 1 Faskes Polri, 5 Dokter Gigi (DRG)

  1. Kabupaten Bulungan

– 12 Puskesmas, 1 Klinik, 8 DPP, 2 Faskes TNI, 1 Faskes Polri, 2 DRS

  1. Kabupaten Nunukan

– 13 Puskesmas, 3 DPP, 2 Faskes TNI, 1 Faskes Polri, 1 DRG

  1. Kabupaten Malinau

– 14 Puskesmas, 1 DPP, 2 Faskes TNI, 1 Faskes Polri

  1. Kabupaten Tana Tidung

– 4 Puskesmas, 1 RSD Pratama

Rencana Strategis Program JKN-KIS Kaltara

  1. Ditujukan kepada Pemkot Tarakan, Pemkab Bulungan dan Nunukan
  2. Kegiatannya, meliputi :

– Pengalokasian anggaran dalam rangka pelaksanaan Program JKN-KIS

– Mendaftarkan sisa penduduk yang belum terdaftar menjadi peserta Program JKN-KIS maksimal sebelum 1 Januari 2019

– Membuat Komitmen UHC untuk segera mendaftarkan seluruh penduduknya sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan dalam komitmen tersebut

– Mengimbau perusahaan besar di wilayah masing-masing untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan CSR mendaftarkan masyarakat tidak mampu di wilayah badan usaha terdaftar

– Memaksimalkan alokasi dana bersumber dari cukai rokok sebagai pendanaan Program JKN-KIS sesuai Permendagri No. 134/2017 tentang Perubahan Atas Permendagri No. 33/2017 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2018.

Sumber : Dinkes Kaltara dan BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, 2018

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: