Hati-hati Penipuan! Nama dan Foto Anggota DPRD Kaltara Supa’ad Hadianto Dicatut Pelaku Tak Bertanggung Jawab

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Kasus penipuan dengan modus pencatutan nama pejabat kembali terjadi. Kali ini, nama dan foto Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan melalui aplikasi WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang diterima, pelaku menghubungi sejumlah warga dengan berpura-pura sebagai Supa’ad Hadianto. Dalam aksinya, pelaku menawarkan berbagai iming-iming, di antaranya penjualan mobil dengan harga murah serta janji-janji lain yang menggiurkan.

Dari tangkapan layar (screenshot) percakapan yang diterima redaksi, terlihat pelaku mengawali komunikasi dengan menelepon maupun mengirim pesan singkat, seolah-olah menanyakan kabar korban. Namun, sebagian warga yang dihubungi langsung menyadari bahwa nomor tersebut bukan milik Supa’ad Hadianto dan menilai hal tersebut sebagai upaya penipuan.

Menanggapi kejadian tersebut, Supa’ad Hadianto menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah melakukan atau menawarkan hal-hal seperti yang disampaikan oleh pelaku.

“Itu tidak benar. Saya tidak pernah menjanjikan apa pun kepada siapa pun. Ini murni tindakan kriminal penipuan yang mencatut nama dan foto saya,” tegas Supa’ad Hadianto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (6/1/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau telepon yang mengatasnamakan dirinya, terutama jika disertai permintaan atau tawaran yang mencurigakan.

“Kepada masyarakat yang menerima pesan atau telepon seperti ini, mohon untuk tidak digubris. Kalau perlu langsung diblokir, karena saya tidak pernah menjanjikan apa pun kepada siapa pun,” tambahnya.

Atas kejadian ini, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi, terutama yang berkaitan dengan penawaran barang atau uang. Kewaspadaan dan kehati-hatian dinilai penting agar tidak menjadi korban penipuan dengan modus pencatutan nama pejabat publik.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses