TARAKAN – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Kalimantan Utara, Herman, melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat yang berlokasi di gedung UPTD Lembaga Latihan Kerja (LLK) Tarakan, Kelurahan Kampung Enam, Senin (18/5/26).
Dalam kunjungannya, Herman mengaku terenyuh melihat kondisi para siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu dan miskin ekstrem. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat sangat membantu anak-anak yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses pendidikan.
“Alhamdulillah, awal sampai di Sekolah Rakyat ini hati saya terenyuh melihat anak-anak kita. Boleh dikata sebagian besar berasal dari keluarga miskin ekstrem. Bahkan ada yang agak terlantar oleh orang tuanya,” ujar Herman.
Ia mengungkapkan, sejumlah siswa sebelumnya harus membantu orang tua berjualan sehingga tidak dapat mengenyam pendidikan secara layak. Namun melalui pendekatan pihak sekolah dan guru, anak-anak tersebut kini mulai kembali mengikuti proses belajar.
“Sebenarnya di sini banyak siswa yang sebelumnya dieksploitasi orang tuanya untuk berjualan. Tapi Alhamdulillah, teman-teman di sini sudah berkomunikasi dengan para orang tua agar anak-anaknya bisa sekolah di sini,” katanya.
Herman juga menyoroti masih adanya anak-anak usia SMP yang harus mengikuti pembelajaran setingkat SD karena belum mampu membaca dan menulis dengan baik. Meski demikian, ia mengapresiasi perkembangan para siswa yang kini mulai menunjukkan kemajuan.
“Ada juga anak-anak yang usianya seharusnya sudah SMP, tetapi karena berbagai masalah akhirnya masih mengikuti jenjang SD karena belum paham, belum bisa baca tulis. Sekarang Alhamdulillah sudah mulai lancar baca tulisnya,” lanjutnya.
Menurut Herman, keberadaan Sekolah Rakyat di Kalimantan Utara, khususnya Tarakan, sangat penting mengingat wilayah tersebut merupakan daerah perbatasan yang masih menghadapi persoalan administrasi kependudukan.
“Kalau bicara urgent, Sekolah Rakyat ini urgent sekali. Pertama, kita daerah perbatasan. Banyak orang tua siswa yang secara administrasi juga bermasalah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, masih banyak anak yang belum memiliki dokumen kependudukan seperti akta kelahiran. Namun, persoalan tersebut mulai dibantu penyelesaiannya oleh pihak sekolah bersama instansi terkait.
“Banyak yang belum punya surat-surat seperti akta kelahiran dan lain-lain. Alhamdulillah sudah dibantu diurus oleh teman-teman guru di sini. Akhirnya mereka sekarang sudah punya data dan disinkronkan ke Dinas Sosial,” ujarnya.
Terkait dukungan ke depan, Herman mengatakan saat ini fasilitas Sekolah Rakyat masih bersifat sementara karena menggunakan gedung pinjaman milik Pemerintah Kota Tarakan.

Herman Senator Asal Kaltara saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Tarakan, yang turut didampingi Kepala Sekolah Rakyat, Marisa Aulia.
“Kalau sementara memang kondisinya masih terbatas. Fasilitas yang digunakan ini merupakan pinjaman dari Pemkot Tarakan. Jadi sementara memakai gedung aset daerah,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial tengah membangun gedung Sekolah Rakyat di wilayah Juwata. Saat ini progres pembangunan disebut telah mencapai sekitar 50 persen.
“Alhamdulillah nanti di Juwata akan ada pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial, tapi progresnya baru sekitar 50 persen. Nanti kita akan berkunjung lagi ke sana. Kalau sudah di sana insya Allah semua fasilitas lebih aman dan memadai,” jelas Herman.
Sementara itu, Kepala Sekolah Sekolah Rakyat, Marisa Aulia, menyampaikan apresiasi atas kunjungan anggota DPD RI tersebut. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat menjadi motivasi bagi tenaga pendidik dalam menjalankan program pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Senator DPD RI ke Sekolah Rakyat. Semoga kunjungan ini dapat memberikan semangat bagi kami untuk terus meningkatkan serta mendukung program dari Bapak Presiden,” tuturnya.

