Kepala Daerah Dituntut Menghadirkan Kebijakan Yang Berpihak Pada Masyarakat

by Redaksi Kaltara

Bulungan, MK – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke 30 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor Bupati di Jl Jelarai Raya, Tanjung Selor pada Senin pagi (4/5).

Bupati menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M Tito Karnavian yang berpesan agar pemerintah daerah terus mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pelayanan publik.

Dalam peringatan Hari Otda ke 30 ini, Mendagri mengajak seluruh kepala daerah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global. Seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, perubahan iklim serta perkembangan teknologi.

Mendagri juga meneruskan arahan Presiden RI kepada seluruh pemerintah daerah untuk menyelenggarakan kegiatan secara sederhana, tidak berlebihan dan tidak bersifat seremonial semata. Lalu mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada dengan tetap mengedepankan efektifitas dan manfaat. Memastikan setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Serta menghindari pemborosan anggaran yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Bupati juga membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada upacara Hardiknas. Dijelaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas dengan 5 kebijakan strategis.

Yaitu Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Lalu Pemenuhan Kualifikasi serta Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru. Pembelajaran Mendalam yang diintegrasikan dengan penguatan karakter. Meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, STEM (Sains, Teknologi, Enjinering dan Matematika serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Serta memberikan kesempatan pendidikan yang luas dengan layanan pendidikan yang mudah, murah dan fleksibel.

Mereka yang tidak dapat belajar karena faktor ekonomi, domisili, budaya, keamanan, keamanan, keadaan fisik dan faktor penghambat lain, dibukakan kesempatan melalui Sekolah Satu Atap, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Komunitas Belajar, Sekolah Terbuka dan layanan pendidikan lainnya.

“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memberikan layanan untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan peningkatan sekolah inklusi, Sekolah Luar Biasa dan pendidikan inklusi berkeadilan berbasis masyarakat,” terang Bupati. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses