Dari TPS ke Harapan Warga, Bupati Malinau Pantau Langsung Pemilihan Ketua RT

by Isman Toriko

MALINAU, Metrokaltara.com – Pagi yang cerah di sejumlah sudut Kabupaten Malinau, Senin (4/5), terasa berbeda dari hari biasanya. Warga tampak berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS), bukan untuk memilih pemimpin besar, melainkan sosok yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: Ketua Rukun Tetangga (RT).

Di tengah geliat demokrasi tingkat akar rumput itu, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., turun langsung melakukan monitoring ke sejumlah TPS yang tersebar di Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, dan Malinau Barat. Kehadirannya bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan proses pemilihan berjalan jujur, transparan, dan kondusif.

Didampingi Dandim 0910/Malinau, Bupati menyambangi satu per satu titik pemungutan suara. Ia menyapa warga, berbincang santai dengan panitia, sekaligus mengamati jalannya proses pencoblosan yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme.

Suasana di TPS terlihat hidup. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga pemilih muda, tampak berpartisipasi aktif. Canda ringan terdengar di sela antrean, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kuat kehidupan bertetangga di Malinau.

“Pemilihan Ketua RT ini bukan sekadar formalitas, tapi menjadi bagian penting dalam menentukan arah pelayanan di tingkat paling dekat dengan masyarakat,” ujar Wempi di sela kunjungannya.

Ia menegaskan, peran Ketua RT sangat strategis karena menjadi ujung tombak pelayanan publik sekaligus penghubung antara warga dan pemerintah. Oleh karena itu, ia berharap proses pemilihan ini mampu melahirkan figur yang benar-benar dipercaya dan diharapkan masyarakat.

“Kalau terpilih nanti, Ketua RT itu bekerja 24 jam. Kapan pun warga melapor, harus siap. Ini bagian dari komitmen,” tegasnya.

Pemilihan Ketua RT yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Kabupaten Malinau ini menjadi gambaran nyata bagaimana demokrasi tumbuh dari level paling dasar. Dari bilik-bilik suara sederhana itulah, harapan warga disematkan pada sosok yang akan menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni lingkungan.

Lebih dari sekadar memilih, momentum ini juga menjadi ruang mempererat hubungan sosial antarwarga. Di Malinau, demokrasi tidak hanya soal hasil, tetapi juga tentang proses kebersamaan yang terus dirawat dari waktu ke waktu. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses