Washington, MK – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran semakin besar setelah pembicaraan intensif dalam 24 jam terakhir.
Trump menyebut negosiasi berjalan positif dan membuka peluang berakhirnya konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Berbicara di Ruang Oval pada Rabu, 6 Mei 2026, Donald Trump mengatakan Iran menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai titik temu dengan Washington.
“Mereka ingin membuat kesepakatan. Pembicaraan berjalan sangat baik dalam 24 jam terakhir dan peluang tercapainya kesepakatan sangat besar,” ujar Trump dikutip dari Antara.
Donald Trump kembali menegaskan syarat utama dari kesepakatan tersebut adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia mengklaim Teheran telah menyetujui poin tersebut dalam pembicaraan awal.
Meski optimistis, Trump tetap menyampaikan nada keras terhadap Iran. Dalam wawancara sebelumnya dengan stasiun televisi PBS, ia mengatakan AS siap mengambil langkah militer jika negosiasi gagal mencapai hasil.
Ia juga membantah laporan yang menyebut Washington masih membuka ruang bagi Iran untuk melakukan pengayaan uranium dalam batas tertentu. Menurut Trump, skema tersebut tidak masuk dalam rancangan kesepakatan yang sedang dibahas.
Di sisi lain, pemerintah Iran belum memberikan keputusan final. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan proposal yang diajukan AS melalui jalur mediasi masih dalam tahap evaluasi internal.
Media semi-resmi Iran, ISNA, menyebut sebagian laporan media Amerika mengenai isi kesepakatan masih bersifat spekulatif. Tim negosiasi Iran disebut tetap memprioritaskan penghentian perang secara penuh sebelum melangkah ke pembahasan lain.
Sebelumnya, laporan Axios menyebut Washington dan Teheran hampir mencapai nota kesepahaman awal yang akan menjadi dasar negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran dan stabilitas kawasan.
Dalam draf pembicaraan tersebut, Iran disebut bersedia menjalankan moratorium pengayaan uranium untuk sementara waktu. Sebagai imbalannya, AS akan mulai melonggarkan sanksi ekonomi dan membuka akses terhadap dana Iran yang selama ini dibekukan.
Pembahasan lanjutan juga mencakup pembukaan kembali jalur distribusi energi di Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik penting perdagangan minyak dunia.
Laporan itu menyebut AS dan Iran masih berbeda pandangan mengenai durasi moratorium nuklir. Iran mengusulkan periode lima tahun, sedangkan Washington menginginkan pembatasan hingga 20 tahun.
Islamabad dan Jenewa disebut menjadi dua lokasi yang dipertimbangkan sebagai tempat negosiasi berikutnya antara kedua negara.
(SAW)

