Nunukan, MK – Pemerintah Kabupaten Nunukan menggelar Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026 sebagai langkah strategis menghadapi peningkatan kasus kebakaran yang terjadi sejak awal tahun. Kegiatan ini di selenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup di Lantai 4 Kantor Bupati Nunukan, Rabu (6/5/2026).
Mewakili Bupati Nunukan, Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Muhammad Amin mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga April 2026 telah terjadi 22 kali kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Nunukan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi intensitas maupun luas area terdampak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa Karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, seperti hilangnya keanekaragaman hayati, pencemaran udara, kerusakan tanah, hingga memicu perubahan iklim, tetapi juga berdampak serius pada aspek sosial. Di antaranya gangguan kesehatan akibat kabut asap, hilangnya mata pencaharian masyarakat, serta kerusakan infrastruktur dan permukiman.
Lebih lanjut, Asisten 1 tersebut memaparkan sejumlah tantangan dalam pengendalian Karhutla di Nunukan, seperti luasnya kawasan hutan yang sulit diawasi secara menyeluruh, rendahnya kesadaran masyarakat, serta belum optimalnya keterlibatan perusahaan dan koordinasi antar pemangku kepentingan.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah daerah mendorong peningkatan langkah pencegahan dan penanganan dini, termasuk intensifikasi sosialisasi kepada masyarakat, penguatan koordinasi lintas sektor, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman. Selain itu, pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dan desa tangguh bencana juga menjadi fokus utama.
Muh. Amin berharap seluruh peserta rapat dapat menghasilkan kesepakatan bersama yang konkret guna memperkuat upaya pengendalian Karhutla di Kabupaten Nunukan.
“Peningkatan kejadian Karhutla ini harus diwaspadai bersama, sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu,” tegasnya.(**)

