TARAKAN – Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., mengapresiasi pelaksanaan Rupiahverse Fest 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, 26–27 September 2026.
Menurut Khairul, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat untuk semakin mengenal dan memahami Rupiah. Edukasi mengenai mata uang nasional, kata dia, perlu dilakukan dengan cara yang menarik dan mudah diterima, terutama oleh generasi muda.
Ia menilai pendekatan melalui kegiatan kreatif, interaktif, dan melibatkan komunitas dapat membuat pesan edukasi mengenai Rupiah lebih mudah dipahami masyarakat.
Khairul juga menyoroti pentingnya menanamkan pemahaman bahwa Rupiah bukan hanya digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga memiliki nilai sebagai simbol kedaulatan dan identitas bangsa.
Karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik dalam memperlakukan Rupiah, mengenali keasliannya, serta menggunakannya secara bijak sesuai kebutuhan.
“Edukasi seperti ini penting, karena masyarakat perlu memahami Rupiah bukan hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara,” ujar Khairul.
Ia menyampaikan, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan edukasi Rupiah juga menjadi bagian penting. Menurutnya, anak muda memiliki ruang yang luas untuk ikut menyampaikan kembali informasi yang mereka peroleh kepada lingkungan sekitarnya.
Selain itu, Khairul mengapresiasi konsep Rupiahverse Fest yang turut memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti kegiatan. Menurutnya, edukasi publik harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan seperti ini bisa menjangkau semua masyarakat. Edukasi harus inklusif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan,” katanya.
Khairul berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti pada satu kegiatan. Kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Tarakan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dunia pendidikan, komunitas, pelaku UMKM, serta berbagai pihak lainnya dinilai penting untuk memperluas literasi Rupiah di Kalimantan Utara.
Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dapat dilakukan secara berkelanjutan dan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kalau semua pihak ikut bergerak, tentu edukasi mengenai Rupiah akan semakin luas. Pemerintah daerah tentu mendukung kegiatan-kegiatan yang memberikan edukasi dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Khairul.
Sementara itu, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong perluasan edukasi CBP Rupiah melalui kolaborasi bersama pemerintah, komunitas, institusi pendidikan, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Rupiah sekaligus mendorong penggunaannya secara bijak dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

