Tiba di Karang Rejo, KKN UGM Siapkan Program Berbasis Lingkungan dan Ketahanan Pangan

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Sejumlah 8 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dari Universitas Gadjah Mada resmi menjalankan pengabdian di Kelurahan Karang Rejo Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Program KKN yang berlangsung selama 50 hari tersebut akan berakhir pada 8 Agustus 2026.

Kedatangan para mahasiswa ini merupakan bagian dari program pengabdian yang tersebar di beberapa titik posko, yakni satu posko di Kelurahan Karang Rejo dan dua posko di Karang Anyar Pantai. Secara keseluruhan, terdapat empat posko KKN UGM di wilayah Kota Tarakan Barat.

Selaku Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Kalimantan Utara, Dhinta, mengatakan rombongan mahasiswa tiba di Tarakan setelah menempuh perjalanan panjang dari Yogyakarta menggunakan jalur laut, kemudian dilanjutkan perjalanan darat menuju Tanjung Selor, sebelum akhirnya merapat ke Kota Tarakan.

“Untuk hari ini kami baru tiba dari perjalanan panjang dari Yogyakarta menggunakan kapal laut, dilanjutkan darat ke Tanjung Selor, dan kemudian menuju Tarakan. Agenda hari ini masih istirahat dan dilanjutkan dengan pemetaan program kerja,” ujar Dhinta, Rabu (24/6/26).

Ia menjelaskan, program KKN di Tarakan Barat menjadi salah satu penempatan penting, dengan total 25 mahasiswa yang tersebar di beberapa kelurahan. Menurutnya, sejumlah wilayah di Tarakan telah menjadi lokasi KKN UGM sejak beberapa tahun terakhir, namun untuk Tarakan Barat, tahun ini menjadi salah satu penguatan program berbasis wilayah.

Dhita – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Kaltara (Kanan) bersama koordinator KKN UGM Kelurahan Karang Rejo .

“Sejak 2022, KKN PPM UGM sudah ditempatkan di beberapa wilayah di Tarakan seperti Amal, Mamburungan Timur, Kampung 4, dan Kampung 6 hingga 2025. Namun pada 2026 ini ada penyesuaian karena efisiensi anggaran, sehingga sebagian wilayah di Kalimantan Utara termasuk Bulungan dan Sebatik dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari total penempatan tahun ini, terdapat wilayah yang didukung pendanaan Universitas Gadjah Mada melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPM), yakni di Juata Laut, Juata Permai, Kampung 6, dan Mamburungan Timur.

Seluruh kegiatan KKN PPM UGM di Kalimantan Utara tahun ini akan berlangsung selama 50 hari dengan fokus pada program kerja yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif, menjalankan program kerja yang bermanfaat, serta mampu berbaur dengan masyarakat di lokasi KKN,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator KKN PPM UGM Kelurahan Karang Rejo, Akmal, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Tarakan Barat difokuskan pada penguatan program kebersihan lingkungan serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Menurutnya, tema besar KKN tahun ini adalah ketahanan pangan dan kampung pro iklim, yang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus memperkuat kemandirian pangan di tingkat lokal.

“Kami berusaha mewujudkan kampung yang tahan terhadap perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini, serta bagaimana masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sendiri di tengah kondisi global dan tantangan ekonomi,” kata Akmal.

Ia berharap, melalui program yang dijalankan mahasiswa KKN, masyarakat dapat merasakan dampak nyata, terutama dalam penguatan lingkungan, ketahanan pangan, serta peningkatan kesadaran kolektif terhadap isu perubahan iklim.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses