Bulungan, MK – Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Antar Etnis Indonesia Bersatu bersama Brigade Pangan Budaya Taka dan Kelompok Tani Budaya Senuman melaksanakan budidaya jagung di lahan seluas 10 hektare yang dikerjakan secara bertahap di wilayah Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Kegiatan turut melibatkan para siswa SMK jurusan Pertanian di Bulungan. Wakil Bupati (Wabup), Kilat, A.Md turut hadir di kegiatan penanaman pada Senin (2/11).
Wabup mengucapkan terima kasih dan dukungan atas penanaman yang bertujuan mengembangkan sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Wabup juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan para siswa SMK jurusan pertanian dalam kegiatan penanaman jagung. Dijelaskan, pelibatan para siswa merupakan langkah yang sangat baik untuk mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di bangku sekolah dengan pengalaman nyata di lapangan.
Selama ini, para siswa telah mempelajari berbagai teori mengenai teknik budidaya tanaman, pengolahan lahan, penggunaan sarana produksi, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan hasil panen. Namun, pengetahuan tersebut akan semakin bermakna apabila dipadukan dengan praktik secara langsung.
Melalui kegiatan ini, para siswa dapat belajar bagaimana mengelola lahan pertanian, memahami kondisi tanah dan lingkungan, mengenali kebutuhan tanaman, menggunakan teknologi pertanian, serta menghadapi berbagai tantangan yang mungkin terjadi dalam proses produksi.
Dengan demikian, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan, pengalaman, kedisiplinan, dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
”Saya berpesan kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan melalui kerjasama antara pihak sekolah, kelompok tani, Brigade Pangan, penyuluh pertanian, dunia usaha, dan pemerintah daerah,” ucap Wabup. Sinergi tersebut penting agar pendidikan vokasi benar-benar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, terampil, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Lebih dari itu, Wabup mengajak para siswa untuk mulai mengubah cara pandang terhadap dunia pertanian.
Menjadi petani bukanlah pilihan pekerjaan yang harus dipandang sebelah mata. Pertanian justru dapat menjadi profesi yang menjanjikan apabila dikelola secara modern, profesional, inovatif, dan berorientasi pada pasar.
Petani masa kini tidak harus selalu bekerja dengan cara-cara konvensional. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian dapat dikembangkan melalui mekanisasi, penggunaan benih berkualitas, pemupukan yang tepat, pengelolaan air yang baik, pemanfaatan teknologi informasi, serta pemasaran hasil pertanian secara digital.
”Semoga dari kegiatan ini akan lahir generasi petani milenial Kabupaten Bulungan, yaitu generasi muda yang memiliki keterampilan, kreativitas, keberanian berwirausaha, dan kemauan untuk mengembangkan potensi pertanian daerah,” harapnya. Dijelaskan, Pemerintah Daerah ingin para lulusan SMK pertanian tidak hanya berorientasi untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan orang lain melalui usaha pertanian yang produktif.
Apabila semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam sektor pertanian, maka akan membuka peluang untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat regenerasi petani di Bulungan.
Diketahui, budidaya jagung memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Jagung tidak hanya menjadi salah satu komoditas pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi sebagai bahan baku pakan ternak dan berbagai produk olahan.
Wabup juga berpesan kepada kelompok tani dan Brigade Pangan agar memperhatikan seluruh tahapan budidaya, mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih unggul yang sesuai dengan kondisi setempat, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen dan pemasaran hasil produksi. (**)

