Nunukan, MK – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSP3A) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Bupati Nunukan, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang difasilitasi oleh Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ini bertujuan untuk melakukan pembinaan serta pendampingan teknis dalam pengisian evaluasi KLA. Langkah ini krusial guna memastikan seluruh indikator pemenuhan hak anak di Kabupaten Nunukan terdata dan terimplementasi dengan baik.
Acara ini dibuka langsung oleh Plh. Sekretaris Daerah, H. Muhammad Amin, S.H. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa status Kabupaten Layak Anak bukanlah sekadar penghargaan, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi generasi penerus.
“Evaluasi ini adalah momentum kita untuk melihat sejauh mana pemenuhan hak anak telah berjalan. Kehadiran perwakilan OPD dan forum masyarakat di sini menunjukkan sinergi yang kuat untuk membawa Nunukan menuju standar KLA yang lebih tinggi,” ujar Amin.
Proses pembinaan dan pendampingan pengisian evaluasi tahun ini dipimpin langsung oleh tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kalimantan Utara. Tim provinsi memberikan arahan strategis terkait poin-poin krusial dalam kuesioner evaluasi agar data yang disajikan akurat dan sesuai dengan fakta di lapangan.
Peserta Kegiatan ini ada 24 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terdiri dari berbagai instansi teknis di lingkungan Pemkab Nunukan serta 15 Forum Strategi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan lembaga jejaring perlindungan anak di Kabupaten Nunukan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh perangkat daerah dapat memahami peran masing-masing dalam memenuhi 5 klaster hak anak dan 24 indikator KLA. Keaktifan input data dan inovasi program dari tiap OPD menjadi kunci utama bagi Kabupaten Nunukan untuk meraih hasil maksimal dalam penilaian KLA tingkat nasional tahun 2026.
Kegiatan berjalan interaktif dengan sesi diskusi mengenai kendala teknis pengisian aplikasi evaluasi, yang kemudian ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) bagi seluruh peserta.(**)

