MPLS SRT 2 Tarakan Dimulai, 257 Siswa Siap Ditempa Jadi Generasi Cerdas dan Mandiri

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Tarakan memasuki tahun ajaran baru dengan jumlah peserta didik yang meningkat signifikan. Sebanyak 257 siswa kini mengikuti pendidikan di SRT 2 Tarakan, terdiri dari 132 siswa SD, 89 siswa SMP, dan 36 siswa SMA.

Kepala SRT 2 Kota Tarakan, Marisa Aulia, menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Gedung SRT 2 Tarakan, Jalan Sabindo, Kelurahan Juata Laut, Rabu (7/10/26).

Marisa mengatakan, perjalanan SRT 2 Tarakan dimulai setahun lalu dengan jumlah 60 siswa, terdiri atas 45 siswa SD dan 15 siswa SMP. Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah tersebut bertambah dengan dibukanya jenjang SMA.

“Setahun yang lalu, sekolah ini dimulai dari keheningan dan keraguan. Banyak yang bertanya, bisakah anak-anak ini bertahan? Hari ini keluarga besar kami melompat menjadi 257 siswa,” ujar Marisa.

Menurutnya, perkembangan jumlah siswa tersebut juga diikuti dengan bertambahnya sumber daya manusia yang mendukung proses pendidikan dan pengasuhan di lingkungan sekolah.

Saat ini, SRT 2 Tarakan didukung 28 guru, belasan pelatih ekstrakurikuler, 18 wali asrama, 27 wali asuh, 10 juru masak, 10 petugas kebersihan, serta 22 petugas keamanan. Selain itu, terdapat pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang berperan dalam menjangkau dan mendampingi keluarga peserta didik.

Marisa menegaskan, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik. Pembentukan karakter, kedisiplinan, kesehatan, gizi, serta kemandirian siswa menjadi bagian dari proses pendidikan.

“Di sini kita tidak hanya akan mendidik otak, tetapi juga membentuk jiwa,” katanya.

Para siswa yang tinggal di asrama menjalani kegiatan secara terjadwal. Aktivitas mereka mencakup ibadah, mengaji, olahraga, kegiatan pembelajaran, penguasaan teknologi informasi, bahasa asing, hingga refleksi sebelum beristirahat.

Untuk mendukung kebutuhan siswa, Marisa menyebut sejumlah fasilitas diberikan tanpa biaya kepada peserta didik, di antaranya seragam, makan tiga kali sehari ditambah makanan ringan, asrama, pendampingan, BPJS, laptop, dan alat tulis.

Ia meminta para orang tua tidak khawatir mengenai kebutuhan pendidikan anak selama mengikuti program tersebut.

“Tugas anak-anak di sini adalah belajar, bermimpi dan tumbuh menjadi manusia hebat,” ujarnya.

Selain pendidikan, SRT 2 Tarakan juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi siswa.

Marisa menyampaikan, berdasarkan pemantauan sekolah terhadap siswa angkatan pertama, terdapat perkembangan berat badan pada sejumlah peserta didik. Ia mencontohkan Rikardus yang mengalami peningkatan berat badan 8,3 kilogram dan Jessica sebesar 6,6 kilogram.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses belajar siswa.

“Anak yang sehat dan cukup gizi adalah syarat untuk lahirnya pikiran yang cerdas,” katanya.

Marisa juga menyampaikan sejumlah capaian siswa SRT 2 Tarakan pada tahun ajaran sebelumnya. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sebanyak 18 siswa menorehkan prestasi dalam berbagai kegiatan, antara lain lomba kultum cilik, kegiatan kreasi dari Bank Indonesia Kalimantan Utara, cerdas cermat museum, serta 5K Fun Run.

Ia juga menyebut adanya perkembangan kemampuan membaca dan berhitung pada sejumlah siswa setelah mengikuti pembinaan di Sekolah Rakyat.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah Safira dan Andi Putra, yang menurut Marisa sebelumnya mengalami kesulitan dalam kemampuan dasar membaca dan berhitung.

“Jika Safira dan Andi saja bisa, kalian, semua anak-anak ibu di angkatan dua ini juga pasti bisa,” katanya kepada para siswa baru.

Program Sekolah Rakyat, lanjut Marisa, juga tidak hanya menyasar peserta didik. Melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) Kementerian Sosial, keluarga siswa juga mendapat kesempatan memperoleh dukungan untuk pengembangan usaha.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar proses pendidikan anak berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas ekonomi keluarga.

“Anaknya sekolah, keluarganya berdaya. Kita tidak hanya membebaskan anak dari ketidakberdayaan, tetapi kita angkat derajat seluruh keluarganya keluar dari kemiskinan,” ujar Marisa.

Ia berharap para siswa angkatan kedua dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik serta memanfaatkan fasilitas dan pendampingan yang telah disediakan.

“Selamat datang di sekolah, keluarga besar SRT 2 Tarakan,” tutupnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses