Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Tarakan Gelar MPLS, Kemensos Tekankan Pendidikan untuk Memutus Rantai Kemiskinan

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Tarakan mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Gedung SRT 2 Tarakan, Jalan Sabindo, Kelurahan Juata Laut, Rabu (7/10/26).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, Ketua DPRD Kota Tarakan Muhammad Yunus, para lurah dan camat se-Kota Tarakan, Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum, jajaran terkait, serta para orang tua atau wali murid.

Dalam sambutannya, PIC Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Tarakan sekaligus Sekretaris Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kementerian Sosial RI, Edi Sucipto, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya negara menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

“Sekolah Rakyat ini bukan sekolah biasa. Ini adalah sekolah yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud nyata kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan,” ujar Edi.

Menurut Edi, para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan tanpa biaya, tetapi juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, seperti asrama, seragam, makan gratis, hingga pembinaan karakter.

“Anak-anak di sini mendapatkan pendidikan gratis, asrama, seragam, makan gratis, dan nantinya juga pembinaan karakter yang layak,” katanya.

Edi menjelaskan, MPLS bukan merupakan masa perploncoan, melainkan menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman-teman, serta berbagai fasilitas yang tersedia.

Di lingkungan SRT 2 Tarakan, fasilitas yang disiapkan meliputi gedung SD, SMP dan SMA, asrama putra dan putri, kantin, rumah ibadah, serta dapur. Sarana dan prasarana tersebut disiapkan untuk menunjang aktivitas pendidikan dan kehidupan siswa selama mengikuti program Sekolah Rakyat.

Ia juga menyampaikan bahwa para siswa akan ditempa menjadi generasi yang memiliki karakter, kecerdasan, dan kemandirian.

Dalam kesempatan tersebut, Edi menyampaikan tiga pesan dari Kementerian Sosial kepada para siswa.

Pertama, para siswa diminta menjaga semangat belajar. Menurutnya, kesempatan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.

“Kalian di sini karena kalianlah yang terpilih. Maka belajarlah sungguh-sungguh untuk mengangkat derajat keluarga,” ujarnya.

Kedua, para siswa diminta menjaga adab dan disiplin. Pendidikan di Sekolah Rakyat, kata Edi, tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.

Ketiga, para siswa diingatkan agar tidak merasa sendiri selama mengikuti pendidikan. Sekolah, guru, pemerintah, dan seluruh unsur yang terlibat diharapkan menjadi bagian dari lingkungan pendukung bagi para siswa.

“Kami dari Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Tarakan, dan para guru adalah keluarga, keluarga besar kalian,” katanya.

Kepada para guru dan kepala sekolah, Edi juga menitipkan para siswa agar dididik dengan penuh perhatian dan tanggung jawab.

Ia kemudian menjelaskan makna motto Sekolah Rakyat, yakni “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”. Menurutnya, cerdas bersama berarti para siswa didorong untuk belajar dan berkembang secara bersama-sama, termasuk melalui kegiatan belajar kelompok dan kehidupan bersama di asrama.

Sementara tumbuh setara, lanjutnya, berarti seluruh siswa memperoleh kesempatan dan fasilitas yang sama tanpa membedakan latar belakang sosial maupun agama.

“Tidak ada kasta. Anak dari keluarga yang membutuhkan, yang berbeda agama, maupun yang sebelumnya putus sekolah, semuanya akan mendapatkan fasilitas yang sama,” jelasnya.

Para siswa juga akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang pendidikan, termasuk seragam dan laptop untuk mendukung proses pembelajaran.

Di akhir sambutannya, Edi mengajak para siswa mengikuti MPLS dengan baik serta menerapkan nilai-nilai yang menjadi bagian dari budaya Sekolah Rakyat.

Ia bersama para siswa kemudian menggaungkan yel-yel Sekolah Rakyat, “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”, yang dilanjutkan dengan pesan “SR, Sayangi Orang Tua, Hormati Guru” serta “Kemensos, Selalu Ada”.

Kegiatan MPLS SRT 2 Kota Tarakan selanjutnya menjadi bagian dari tahapan awal para siswa dalam mengenal lingkungan pendidikan, guru, teman, serta kehidupan di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Tarakan.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses