PDRM Tindak Tegas Warga Yang Keluar Rumah

by Redaksi Kaltara

SANDAKAN, SABAH –  Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM) Sandakan akan melakukan penghalang jalan selama pelaksanaan Perintah Kontrol Gerakan (CPP) efektif 31 Maret.

Kepala polisi Sandakan, Asisten Komisaris Polisi (ACP) Mohd Azhar Hamin mengatakan hal itu untuk meningkatkan kesadaran di antara orang-orang sambil mencegah penyebaran wabah COVID-19 di daerah tersebut.

Dia mengatakan fokus pada penghalang jalan melibatkan keluar dan masuk ke daerah itu, terutama di Batu 10, Sandakan. meskipun tidak ada masuk atau keluar dari Sandakan, warga disarankan untuk mematuhi Gerakan Penegakan.

“Jalan yang kami fokuskan adalah jalan keluar dari Sandakan khususnya di Batu 10. Ini adalah rute dari kota ke desa-desa serta pintu keluar dari Sandakan. Selain itu, petugas dan anggota berbagai lembaga juga melakukan pengawasan dan patroli di tempat-tempat resmi dan daerah perumahan untuk menginformasikan kepada publik tentang Perintah Kontrol Gerakan,” katanya, seperti di kutip dari Utusan Borneo Online.

Dia mengatakan ini sambil memantau blok jalan untuk pintu masuk ke Sandakan, di Batu 10 Sandakan. Dalam perkembangan lain, dia mengatakan telah mengeluarkan peringatan kepada warga Kampung Bahagia, Sandakan untuk tidak melakukan sholat di masjid di desa.

Ini karena dia mengatakan bahwa setelah hari ke-3 Ordo Kontrol Gerakan, dia telah menerima laporan bahwa ada orang-orang di desa masih berdoa.

“Sejauh ini mereka senang dengan penjelasan kami dan mereka telah mengikuti instruksi dari pemerintah untuk memastikan mereka selalu di rumah,” katanya.

Operasi pemantauan dan patroli Komando Kontrol Gerakan Sandakan dihadiri oleh sekitar 40 anggota dari berbagai lembaga termasuk PDRM, Departemen Urusan Agama Islam Sabah (JHEAINS), Departemen Kesehatan dan Dewan Kota Sandakan. (Red/UBO)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: