TANJUNG SELOR, MK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mulai menerapkan kebijakan baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan memberlakukan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat.
Kebijakan ini akan mulai diterapkan pekan ini dan merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tertanggal 31 Maret 2026.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan langkah ini diambil untuk mendorong pelayanan berbasis digital sekaligus menghemat anggaran daerah.
“Melalui kebijakan ini, kita ingin mengakselerasi pelayanan digital dan melakukan efisiensi anggaran,” ujar Syarwani.
Ia menjelaskan, penghematan dari penggunaan bahan bakar, listrik, air, hingga biaya internet kantor nantinya akan dialihkan untuk mendukung program prioritas yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Hasil penghematan ini akan kita petakan kembali untuk membiayai program-program yang langsung menyentuh masyarakat,” tambahnya.
Meski menerapkan WFH, Syarwani memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal. Ia menegaskan, sejumlah instansi yang berkaitan dengan layanan dasar dan kepentingan masyarakat tetap wajib bekerja dari kantor.
Instansi tersebut antara lain pejabat struktural, tenaga kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, tenaga pendidik, serta layanan administrasi seperti Disdukcapil, perizinan, dan badan pendapatan daerah. Selain itu, petugas keamanan, penanggulangan bencana, aparat wilayah, hingga petugas lapangan seperti kebersihan, pelabuhan, dan pasar juga tetap bekerja seperti biasa.
Untuk menjaga kedisiplinan, ASN yang menjalankan WFH tetap diawasi melalui sistem presensi digital dan wajib melaporkan kinerja harian kepada atasan.
“Statusnya boleh WFH, tapi kalau ada kebutuhan mendesak yang memerlukan kehadiran fisik, mereka wajib hadir di kantor,” tegasnya.
Kebijakan ini akan dituangkan dalam Surat Edaran Bupati yang segera diterbitkan. Pelaksanaan perdana dijadwalkan mulai Jumat pekan depan setelah masa cuti bersama.
“Ini bagian dari transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik agar birokrasi kita lebih efisien dan responsif,” pungkas Syarwani. (Fy/red)

