BULUNGAN, MK – Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor kini mulai menerapkan sistem portal otomatis atau barrier gate sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan. Sistem ini mulai diuji coba melalui simulasi parkir dan retribusi digital di kawasan pelabuhan.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan penerapan portal otomatis ini merupakan langkah pemerintah daerah untuk membenahi pengelolaan retribusi yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.
“Karena ini hal baru, tentu perlu sosialisasi kepada masyarakat. Saat ini masih dalam masa transisi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek pembangunan portal sebenarnya sudah direncanakan sejak 2025. Namun, proses pengadaan alat yang memerlukan waktu membuat sistem ini baru bisa dioperasikan tahun ini.
Meski sudah mulai digunakan, sejumlah perbaikan teknis masih terus dilakukan. Hal ini mengingat sistem portal tersebut berbasis daring, sehingga membutuhkan kesiapan perangkat yang optimal.
“Kalau perangkat belum siap, tentu sistem ini tidak akan berjalan maksimal dan bisa memengaruhi pelayanan,” tambahnya.
Terkait metode pembayaran, Syarwani mengakui belum semua masyarakat siap menggunakan sistem non tunai. Oleh karena itu, pada tahap awal diberlakukan sistem campuran, di mana pengunjung masih dapat memilih pembayaran secara tunai maupun non tunai.
“Yang penting saat ini setiap kunjungan bisa tercatat dalam sistem. Kami ingin memastikan akuntabilitasnya,” tegasnya.
Ia juga optimistis, seiring waktu masyarakat akan terbiasa dengan sistem digital tersebut. Dengan begitu, potensi kebocoran retribusi yang kerap terjadi pada sistem manual dapat diminimalkan.
“Kalau sudah terbiasa, kebocoran bisa ditekan dan efisiensi juga meningkat karena tidak lagi membutuhkan banyak tenaga kerja,” pungkasnya. (Fy/red)

