Ketua RT 05 Karang Balik Desak Data Penerima Bantuan Beras Diverifikasi: “Kami Tahu Kondisi Warga”

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Ketua RT 05 Kelurahan Karang Balik, Ardhiyanti Ridwan, mempertanyakan akurasi pendataan warga penerima bantuan beras yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Ardhiyanti dalam musyawarah Kelurahan Karang Balik yang digelar bersama sejumlah pemangku kepentingan pada Senin pagi (7/9/26).

Dalam musyawarah tersebut, Ardhiyanti mengaku tidak pernah mengetahui adanya pendataan warga yang dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sebagaimana disampaikan dalam forum.

“Saya selaku RT tidak pernah tahu apa yang disampaikan Mbaknya tadi bahwa setiap tiga bulan ada pendataan. Tidak ada pendataan. Yang jelas di lapangan kami tidak pernah menerima pendataan seperti itu,” ujar Ardhiyanti.

Ia juga mempertanyakan mekanisme penetapan penerima bantuan, terutama setelah menemukan adanya warga yang menurutnya memiliki kondisi ekonomi sangat rentan namun justru tidak memperoleh bantuan.

Ardhiyanti mencontohkan salah seorang warganya, pasangan suami istri yang menurutnya mengalami kondisi kesehatan serius dan telah masuk dalam kategori desil tiga. Namun, warga tersebut disebut tidak menerima bantuan beras.

Di sisi lain, ia mengaku menemukan penerima bantuan yang masih tergolong usia produktif, memiliki pekerjaan, bahkan memiliki usaha dan mempekerjakan orang lain.

“Kenapa yang tidak mampu tidak dapat? Kapan pendataan itu? Kapan difix-kan data itu? Kenapa ketua RT tidak pernah dilibatkan? Kami pemilik warga, kami yang mengetahui warga di lapangan,” tegasnya.

Menurut Ardhiyanti , keterlibatan RT dalam proses pendataan dan pemutakhiran data penting dilakukan karena perangkat RT mengetahui kondisi sosial ekonomi warga secara langsung.

Ia mengatakan, RT tidak menuntut imbalan dalam proses tersebut. Menurutnya, keterlibatan RT semata-mata untuk memastikan bantuan pemerintah diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

“Kami tidak meminta digaji. Cukup kami mengetahui bahwa warga kami ini bisa makan. Yang penting warga kami tersenyum karena mereka bisa makan,” katanya.

Ardhiyanti juga menyoroti sejumlah warganya yang sebelumnya pernah menerima bantuan, namun pada periode kali ini tidak lagi terdaftar sebagai penerima.

Salah satu yang disebutnya adalah warga terdampak kebakaran yang terjadi beberapa Minggu yang lalu di Kelurahan Karang Balik, menurut Ardhianti, juga tidak memperoleh bantuan beras pada periode berjalan.

Ia menyebut seorang warga bernama Hatijah yang sehari-hari berjualan makanan kecil untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama cucunya.

Ardhiyanti bahkan menyatakan belum membagikan kupon bantuan beras yang telah diterima RT 05 karena masih mempertanyakan ketepatan sasaran penerima.

Ia mengaku keberatan apabila bantuan tersebut diberikan kepada warga yang dinilainya relatif mampu, sementara warga lain yang benar-benar membutuhkan justru tidak terakomodasi.

“Saya merasa berdosa, yang lain yang punya usaha, yang punya gaji besar menerima kupon beras, sedangkan warga saya yang tidak punya penghasilan duduk melihat mereka lewat,” ungkapnya.

Karena itu, Ardhiyanti meminta adanya kebijakan dari pihak terkait agar data penerima bantuan dapat dievaluasi dan, apabila memungkinkan, kupon bantuan yang belum dibagikan dapat dialihkan kepada warga yang dinilai lebih berhak berdasarkan kondisi riil di lapangan.

“Kami mohon untuk data yang sudah kami terima, bisa kami gantikan kepada mereka yang berhak menerima,” pintanya.

Ardhiyanti juga membuka diri apabila pihak terkait ingin melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi warga yang menurutnya layak mendapatkan bantuan.

“Silakan Bapak Ibu turun lapangan, saya temani untuk cek. Kami bicara fakta yang ada di lapangan,” ujarnya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama sehingga penyaluran bantuan sosial ke depan benar-benar tepat sasaran dan warga yang berada dalam kondisi paling membutuhkan tidak terlewatkan.

Ardhiyanti menegaskan, sikap yang disampaikannya dalam forum tersebut semata-mata merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai ketua RT dalam memperjuangkan kepentingan warga.

“Kalau perempuan pekerja pakai rasa.” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses