Stunting di Malinau Semakin Meluas

by Redaksi Kaltara

Malinau, MK РLokasi khusus (Lokus) kasus stunting di Kabupaten Malinau semakin meluas. Informasi itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbang Kabupaten Malinau Dr. Kristian Radang, M.Si dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Konvergensi Dalam Rangka Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kabupaten Malinau Tahun 2020 di Balai Adat Desa Wisata Long Loreh Kecamatan Malinau Selatan, belum lama ini.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau dengan narasumber Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Malinau dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Utara, diikuti beberapa OPD teknis, Camat, Kepala Desa, PKK Kabupaten, Kecamatan serta tamu undangan lainnya.

Dr. Kristian Radang, M.Si mengatakan berdasarkan data lokasi khusus tahun 2020 terjadi pergeseran kasus stunting dari 10 lokasi khusus menjadi 14 lokasi khusus. Sebanyak 10 lokasi khusus berada di Kecamatan Malinau Selatan dan Malinau Selatan Hilir. Sedangkan 4 lokasi lainnya berada di Kecamatan Kayan Hulu yakni Desa long temuyat, Kecamatan Bahau Hulu yakni Desa Long Uli dan Kecamatan Mentarang Hulu yaitu Desa Semamu serta Desa Long Sulit.

“Kembali saya mengingatkan saat ini secara umum negara indonesia sedang menghadapi tantangan kesehatan terutama permasalahan gizi yang harus mendapat perhatian khusus yaitu stunting,” ujarnya.

Ia menegaskan stunting merupakan masalah yang kompleks tidak semata-mata menjadi tanggung jawab bagi orang di bidang kesehatan saja, melainkan tanggung jawab bersama. “Saya sampaikan kembali kepada para undangan dan peserta yang hadir, kita memiliki tanggung jawab yang sama pentingnya dalam upaya pencegahan, penanganan dan penurunan stunting di Kabupaten Malinau,” bebernya.

Selain itu, mengajak semua pihak terus bekerjasama dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Malinau yang berpedoman pada Gerakan Desa Membangun (Gerdema). “Saya yakin dan percaya stunting akan mampu kita turunkan melalui upaya pendekatan keluarga, dimulai dari diri kita dan keluarga kita masing-masing, RT sampai pada masyarakat luas,” harapnya (Red/Prokompim/MK*1)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: