Empat Desa di Nunukan Dapat Pengakuan Masyarakat Hukum Adat

by Redaksi Kaltara

Nunukan, MK – Sebanyak empat desa di Kabupaten Nunukan mendapat pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) di tahun ini. Bahkan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, telah menyerahkan secara resmi Surat Keputusan (SK) tentang Pengakuan MHA.

Adapun 4 desa yang menerima pengakuan adalah MHA Tidung Pagun Pelaju Desa Pelaju, Kecamatan sembakung, MHA Dayak Agabag Pagun Maunjung Tangkalon Desa Tujung, Kecamatan Sembakung,  MHA Dayak Agabag Pagun Nansiung Nangkoyob Desa Kekayap, Kecamatan Sebuku dan  MHA Pagun Obolon Tompokon Desa Sumentobol, Kecamatan Lumbis Ogong.

Menurut Bupati pemberian MHA sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan terhadap keberadaan masyarakat adat. Kemudian mendengar aspirasi masyarakat dan regulasi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat. Maka, ditetapkanlah surat keputusan bupati untuk memberikan pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat.

“Hal ini penting untuk dilakukan sebagai jaminan kepada masyarakat dalam memanfaatkan alamnya sebagai sumber kehidupan dan upaya memproteksi kepentingan masyarakat dari kepentingan korporasi,” ujar Laura.

Dengan mendapatkan pengakuan dan perlindungan, MHA dapat memperolehhak –haknya sebagaimana diatur dalam perundang–undangan. Untuk itu, bupati berharap agar kiranya MHA yang telah menerima surat keputusan dapat memanfaatkannya dengan baik. Memperlakukan alam serta lingkungan dengan lebih arif dan bijaksana, kualitas hidupnya dapat semakin baik maupun kesejahteraannya meningkat.

“Berbicara tentang kearifan lokal, secara umum sebagai gagasan–gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Bila dikaitkan dengan kegiatan kita pada hari ini, menjadi harapan pemerintah daerah agar kiranya kearifan lokal yang dimiliki oleh MHA ini memiliki spirit dan semangat yang sama. Dengan diterimanya keputusan ini maka kualitas lingkungan hidup di wilayah tersebut dapat meningkat, konflik sosial antara masyarakat dan perusahaan korporasi bisa menurun,” bebernya.

Namun demikian Bupati juga berpesan agar iklim investasi juga harus dijaga, karena bagaimanapun investor turut berperan dalam perputaran roda perekonomian dan penciptaan lapangan pekerjaan di Kabupaten Nunukan. (Red/Hms/MK*1)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: