Romahurmuziy Disebut Banyak Mengeluh

Jumat, Mei 24th 2019. | Headline, Hukum & Kriminal

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan fasilitas di rumah tahanan (Rutan) tersangka korupsi sesuai standar yang diatur Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Termasuk kebersihan air minum untuk para tahanan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

“Untuk dispenser tadi saya sudah cek, ada 2 unit yang disediakan untuk rutan pria di ruang bersama. Selain dalam keadaan bersih dan diganti jika sudah habis, jumlah dua unit kami nilai cukup jika dibanding jumlah tahanan di rutan pria,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

Febri menyebut ini bukan kali pertama Romi mengeluh dengan fasilitas Rutan. Romi bahkan satu-satunya tahanan yang beberapa kali menyatakan tidak puas dengan fasilitas yang ada di Rutan KPK.

“Dalam proses penahanan, RMY memang beberapa kali mengeluh. Selain tentang air, juga pernah mengeluhkan rutan yang panas, kipas angin, ventilasi udara dan lain-lain,” ucap Febri.

Tak hanya itu, menurut Febri, Lembaga Antirasuah juga menyediakan dokter untuk tahanan yang mengeluh sakit. Romi merupakan salah satu tahanan yang menerima pembantaran ke rumah sakit kurang lebih satu bulan karena hasil pemeriksaan dokter KPK.

KPK dengan tegas menyatakan tidak bisa memberikan fasilitas yang nyaman sesuai keinginan masing-masing tahanan. Sebab, ada standar yang berlaku dan memang ada pembatasan hak-hak seseorang ketika ditahan.

“Oleh karena itu, justru KPK mengimbau pada semua pihak untuk tidak melakukan korupsi agar tidak perlu diproses sebagai tersangka, dilakukan penahanan hingga proses hukum lanjutan sebagai narapidana korupsi jika divonis bersalah di pengadilan,” pungkas Febri.
 
KPK menetapkan Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.

Romi diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.

Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dijerat Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (medcom.id)

tags: , , ,

Related For Romahurmuziy Disebut Banyak Mengeluh