Sekda Pantau Kesiapan RSUD Malinau Sebagai Rumah Sakit Rujukan

by Muhammad Reza

MALINAU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM melakukan kunjungan ke RSUD Malinau untuk melihat sekaligus mempertegas kesiapan pemerintah daerah dalam rangka menindaklanjuti penetapan oleh Gubernur Kalimantan Utara bahwa Malinau sebagai rumah sakit rujukan. Karena hal tersebut Dr. Ernes ingin memastikan apakah RSUD Malinau siap untuk itu.

“Pertama kita memastikan bahwa tenaga medis kita harus siap. Kedua ruangan yang akan digunakan juga harus siap. Ketiga adalah APD (Alat Pelindung Diri),” ujarnya.

Lebih lanjut, pada prinsipnya pemerintah daerah siap untuk mengambil beban ini sebagai rumah sakit rujukan. Dimana sudah dipersiapkan selama ini.

“Kita sudah siapkan 12 bed untuk ruang isolasi. Kita juga sudah mempersiapkan ruangan besar seperti ruang tulip dan teratai sebagai ruang isolasi. Jika nanti ada penambahan pasien, RSUD bersama Dinkes juga sudah mempersiapkan kamar operasi sebagai tambahan untuk pasien atau mungkin ibu hamil yang juga terinfeksi virus,” ungkapnya.

Jadi kata Dr. Ernes, semua sudah dipersiapkan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga karena segala sesuatu bisa saja terjadi.

“Kita juga sudah mengecek APD yang mana kita bersyukur APD kita dalam waktu beberapa hari ke depan akan tersedia. Untuk merawat pasien-pasien kita yang terinfeksi,” ucapnya.

“Kita harapkan support dari pemerintah daerah, terutama pemerintah provinsi dan masyarakat untuk bisa bersama-sama menjadikan rumah sakit ini menjadi rumah sakit rujukan,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Dr. Ernes juga sempat berdiskusi dengan para dokter dan perawat yang bertugas merawat pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Ia meminta agar mereka bisa saling menyemangati dan selalu menjaga kesehatan. Tidak hanya untuk sesama petugas tetapi juga pasien agar sama-sama saling menyemangati.

“Saya juga berpesan agar mereka bisa saling memberi support, menyemangati pasien. Kita tahu pasti mereka merasa bosan, untuk itu kita tetap mensupport mereka agar bisa bersabar sampai nanti pemerintah, dokter dan tenaga medis menyatakan mereka sembuh total. Kita tidak mau mengambil resiko untuk membebaskan atau mungkin mengeluarkan mereka tanpa ada dasar yang pasti,” ungkapnya. (Red/Diskominfo)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: