Syamsi Sarman Dorong Ranting Muhammadiyah Jadi Penggerak Dakwah di Tengah Masyarakat

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Utara, Syamsi Sarman, mengajak Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kota Tarakan untuk aktif menjalankan program organisasi setelah resmi dikukuhkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tarakan di Musholla KH Ahmad Dahlan SMA Muhammadiyah Tarakan, Selasa (16/6/26) malam.

Pesan tersebut disampaikan Syamsi Sarman saat memberikan materi dalam pengajian gabungan yang diikuti jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kota Tarakan usai prosesi pengukuhan.

Dalam pemaparannya, Syamsi menegaskan bahwa tujuan Muhammadiyah bukan untuk memperbanyak simbol atau identitas organisasi, melainkan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Menurutnya, tujuan Muhammadiyah sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar adalah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Pengajian gabungan yang diisi langsung oleh ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Utara, Syamsi Sarman.

“Kita tidak memiliki tujuan untuk memuhammadiyahkan semua orang. Yang menjadi tujuan adalah bagaimana nilai-nilai Islam dapat ditegakkan dalam kehidupan masyarakat, seperti meningkatnya ibadah, tumbuhnya akhlak yang baik, serta berkurangnya berbagai bentuk kemaksiatan,” kata Syamsi.

Ia menjelaskan bahwa apabila nilai-nilai Islam telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, maka tujuan perjuangan Muhammadiyah pada hakikatnya telah tercapai, terlepas dari latar belakang organisasi masyarakat yang diikuti seseorang.

Selain itu, Syamsi juga menyoroti pentingnya pendataan anggota melalui Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) dan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM). Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun basis data organisasi yang akurat hingga tingkat ranting.

“Dengan adanya KTAM dan NBM, Muhammadiyah dapat mengetahui secara pasti jumlah anggota yang dimiliki. Basis data itu dimulai dari ranting, kemudian terhimpun di cabang, daerah, wilayah hingga pusat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sistem pendataan tersebut akan memudahkan organisasi dalam melakukan perencanaan program serta memetakan kekuatan Muhammadiyah di berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Syamsi juga mengingatkan bahwa kepengurusan ranting tidak boleh hanya sebatas formalitas setelah dilantik. Setiap ranting diharapkan memiliki aktivitas nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Salah satu program yang dinilai paling mudah untuk dilaksanakan adalah menyelenggarakan pengajian rutin di lingkungan masing-masing.

“Minimal setiap ranting memiliki satu amal usaha atau kegiatan yang berjalan. Yang paling sederhana adalah pengajian. Tidak harus besar, cukup mengajak masyarakat sekitar untuk belajar dan mengkaji ajaran Islam secara bersama-sama,” katanya.

Syamsi mencontohkan bahwa sejumlah tokoh Muhammadiyah di tingkat nasional tetap aktif mengelola kegiatan pengajian di tingkat ranting sebagai bentuk pengabdian kepada persyarikatan.

Karena itu, ia berharap seluruh pimpinan ranting yang baru dikukuhkan dapat memanfaatkan masa kepengurusan dengan menunjukkan kinerja dan program nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai setelah dilantik tidak ada kegiatan yang dilakukan. Gunakan amanah ini untuk menunjukkan kontribusi dan kebermanfaatan Muhammadiyah di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses