TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Dari daerah yang berada di ujung utara Indonesia, sebuah langkah inovatif kembali lahir. Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, dipercaya menjadi daerah pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Jambore Ceria Tahun 2026, sebuah program pengembangan profesional bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF).
Bukan sekadar perlombaan, Jambore Ceria dirancang sebagai ruang bertemunya kreativitas, pengalaman, dan praktik baik para pendidik anak usia dini. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung dan Direktorat Guru PAUD dan PNF Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Momentum tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Jambore Ceria yang digelar secara daring pada Jumat (4/9/2026).
Bagi Tana Tidung, pelaksanaan Jambore Ceria bukan datang secara tiba-tiba. Program ini menjadi bagian dari perjalanan panjang pemerintah daerah dalam mendorong kualitas pendidik PAUD agar tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga berani berinovasi, menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan, serta menghasilkan praktik-praktik pendidikan yang berdampak bagi anak.
Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd., mengatakan Jambore Ceria memiliki keterkaitan erat dengan program PAUD Inovatif yang telah dijalankan di Tana Tidung sejak 2022.
Program tersebut secara konsisten memberikan pelatihan sekaligus pendampingan kepada guru dan kepala sekolah PAUD untuk mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran.
“Program PAUD Inovatif sudah kami laksanakan sejak tahun 2022. Guru dan kepala sekolah terus kami latih dan dampingi agar mampu berinovasi,” ujar Vamelia.
Upaya tersebut, kata dia, perlahan membuahkan hasil. Sejumlah inovasi yang lahir dari tangan pendidik PAUD Tana Tidung bahkan mampu mengantarkan mereka mengukir prestasi hingga tingkat nasional.
Karena itu, kehadiran Jambore Ceria dinilai menjadi momentum penting untuk memperluas ruang kreativitas para pendidik sekaligus memperkuat budaya berbagi praktik baik di lingkungan PAUD.
Bukan Sekadar Ajang Perlombaan
Direktur Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen, Dr. Saiful Bari, S.Kom., M.Eng., memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan Bunda PAUD dalam menjadi daerah pelopor pelaksanaan Jambore Ceria.
Menurutnya, keberanian Tana Tidung menjadi daerah pertama yang menyelenggarakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pendidik PAUD dan PNF.
Ia berharap Jambore Ceria tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun sekadar ajang perlombaan.
Lebih dari itu, Jambore Ceria diharapkan menjadi kegiatan yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kompetensi guru, kreativitas pendidik, serta prestasi PAUD.
Semangat yang dibangun pun bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara.
Di balik setiap perlombaan, ada proses belajar. Guru ditantang untuk keluar dari pola pembelajaran yang monoton, berani menunjukkan gagasan, berbagi pengalaman, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih dekat dengan dunia anak.
Jambore Ceria mengedepankan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Prinsip tersebut menjadi penting karena pendidikan anak usia dini tidak hanya berbicara tentang kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana anak merasa aman, bahagia, tertarik belajar, dan berkembang sesuai tahapan usianya.
Lima Lomba, Lima Ruang Kreativitas
Dalam pelaksanaan Jambore Ceria 2026 di Tana Tidung, terdapat lima ajang lomba yang akan menjadi ruang unjuk kemampuan para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan PNF.
Kelima lomba tersebut yakni Cerdas Cermat, Berbagi Praktik Baik, Mendongeng, Alat Permainan Edukatif (APE) Berbasis Kearifan Lokal, serta Penataan Lingkungan Main.
Masing-masing lomba memiliki karakter berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong pendidik semakin kreatif dan mampu menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Lomba Cerdas Cermat akan menguji wawasan dan pemahaman peserta. Sementara Berbagi Praktik Baik menjadi ruang bagi guru untuk menunjukkan inovasi yang telah diterapkan di satuan pendidikannya.
Mendongeng akan mengasah kemampuan guru dalam membangun komunikasi dan imajinasi anak melalui cerita.
Sementara lomba APE berbasis kearifan lokal menjadi salah satu bagian menarik karena guru didorong memanfaatkan potensi lingkungan dan budaya sekitar menjadi media pembelajaran.
Adapun Penataan Lingkungan Main menempatkan lingkungan sebagai bagian penting dari proses belajar anak.
Dengan demikian, kreativitas guru tidak hanya terlihat ketika berada di depan kelas, tetapi juga bagaimana mereka mampu menciptakan ruang bermain yang aman, menarik, edukatif dan memberikan pengalaman bermakna bagi anak.
Tana Tidung Menjadi Panggung Perdana
Pelaksanaan Jambore Ceria secara luring dijadwalkan berlangsung pada 28–29 September 2026 di Kabupaten Tana Tidung.
Kegiatan tersebut akan diikuti GTK PAUD dan PNF se-Kabupaten Tana Tidung. Istimewanya, pelaksanaan perdana ini juga akan dihadiri langsung oleh Tim Direktorat Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen.
Kehadiran tim kementerian menjadi penanda penting bahwa Tana Tidung tidak hanya menjadi tuan rumah sebuah kegiatan pendidikan, tetapi juga menjadi panggung perdana lahirnya model pengembangan profesional nonformal bagi guru PAUD dan PNF tersebut.
Bagi daerah dengan wilayah yang luas dan tantangan geografis seperti Tana Tidung, kesempatan ini menjadi lebih dari sekadar agenda pendidikan.
Ia menjadi pesan bahwa inovasi pendidikan tidak harus selalu lahir dari kota-kota besar.
Dari ruang-ruang kelas PAUD di Tana Tidung, dari tangan guru yang setiap hari mendampingi anak-anak bermain dan belajar, inovasi pun dapat tumbuh, berkembang, bahkan menembus panggung nasional.
Jambore Ceria 2026 akhirnya menjadi titik temu antara semangat daerah dan dukungan pemerintah pusat.
Sebuah pertemuan yang diharapkan tidak berhenti pada dua hari pelaksanaan lomba, tetapi meninggalkan budaya baru guru yang terus belajar, berani berinovasi, gemar berbagi, dan menjadikan kebahagiaan anak sebagai bagian utama dari proses pendidikan.
Dengan menjadi daerah pertama penyelenggara, Tana Tidung kini bukan hanya berbicara tentang prestasi yang telah diraih, tetapi juga sedang membuka jalan bagi lahirnya tradisi baru dalam pengembangan kompetensi pendidik PAUD di Indonesia. (rko)


