Wasev Mabesad Tinjau TMMD Ke-130 di Tarakan, Tekankan Pentingnya Drainase Jelang Musim Hujan

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 0907/Tarakan, Minggu (25/10/26).

Peninjauan yang dipimpin Wakil Inspektur Jenderal TNI AD (Wairjenad), Mayjen TNI Muh. Muchidin, S.Sos., CGCAE, tersebut bertujuan mengevaluasi progres serta kualitas pengerjaan sasaran fisik dan nonfisik TMMD yang telah memasuki hari ke-12 pelaksanaan di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, tim Wasev memberikan perhatian khusus terhadap pembukaan jalan sepanjang 2.500 meter dengan lebar 8 meter, termasuk pembangunan drainase dan penanganan kondisi tanah di sejumlah titik.

Mayjen TNI Muh. Muchidin menegaskan, aspek teknis seperti kemiringan jalan, kondisi tanjakan dan turunan, serta sistem drainase harus diperhatikan untuk memastikan infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi optimal dan bertahan dalam jangka panjang.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di sekitar kilometer 1,1, yang memiliki kondisi tanah rawa dan membutuhkan penanganan khusus.

“Ini perlu diperhatikan tentang masalah kecuraman jalan, baik tanjakan maupun turunan yang tadi kita jejaki, termasuk di kilometer 1,1 itu perlu diperhatikan masalah rawa. Yang tentunya apabila tidak dikasih untuk drainase yang betul, itu akan menyebabkan permasalahan ke depan,” ujar Muh. Muchidin seusai meninjau lokasi pengerjaan.

Menurutnya, sistem drainase yang tidak ditangani secara tepat berpotensi menimbulkan persoalan pada badan jalan, termasuk risiko longsor dan gangguan terhadap fungsi jalan.

Selain jalan dan drainase, tim Wasev juga meninjau konstruksi jembatan yang untuk sementara masih menggunakan material kayu. Muh. Muchidin menyebut penggunaan kayu masih dapat dilakukan pada tahap ini, tetapi peningkatan kualitas konstruksi perlu menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan, termasuk penyesuaian kemiringan jalan.

Program TMMD Ke-130 di Tarakan juga menyasar perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta penyediaan sumber air bagi masyarakat.

Dari lima unit RTLH yang menjadi sasaran program, tim Wasev baru meninjau secara langsung satu unit rumah dalam kunjungan tersebut. Muh. Muchidin berharap seluruh pekerjaan renovasi dapat diselesaikan sesuai target sehingga rumah bisa segera ditempati oleh penerima manfaat.

“Untuk masalah RTLH dari lima sasaran tadi kami baru sempat lihat satu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, mungkin akhir Oktober ini sudah bisa diselesaikan dan bisa ditempati oleh penerima manfaat,” katanya.

Sementara itu, lima titik sumber mata air yang menjadi bagian dari program TMMD diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat, khususnya pada fasilitas umum dan lingkungan yang membutuhkan akses sumber air.

Secara keseluruhan, Wairjenad menilai pelaksanaan TMMD Ke-130 di Tarakan selama kurang lebih dua pekan telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Progres pengerjaan dilaporkan telah berada di atas 30 persen.

Meski demikian, sejumlah pekerjaan masih memerlukan perhatian, terutama terkait kondisi geografis, pengelolaan drainase, dan kualitas konstruksi agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Muh. Muchidin optimistis target program dapat tercapai melalui koordinasi dan kolaborasi antara jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan masyarakat setempat.

Melalui pelaksanaan TMMD Ke-130, pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas serta mendukung aktivitas masyarakat di wilayah sasaran program. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses