Wairjenad Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Pemkot Tarakan dalam Pelaksanaan TMMD Ke-130

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Wakil Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (Wairjenad), Mayjen TNI Muh. Muchidin, S.Sos., CGCAE, mengapresiasi kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kota Tarakan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD meninjau langsung pelaksanaan TMMD yang digelar Kodim 0907/Tarakan, Minggu (25/10/26).

Menurut Muh. Muchidin, keterlibatan berbagai unsur dalam program tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas instansi untuk mendukung pembangunan wilayah dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut, sejumlah unsur TNI dan Polri turut terlibat dalam pelaksanaan TMMD Ke-130, mulai dari Kodim, batalyon, unsur TNI Angkatan Laut, Brimob, Polres, hingga Lanud. Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengerjaan di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri yang ada di sini. Kebetulan di sini lengkap. Ada Kodim, kemudian ada batalyon, ada Kodairal, ada Brimob, ada Polres, kemudian ada Lanud. TNI-Polri sama-sama bisa berkolaborasi di sini. Kemudian juga dari masyarakat ikut di dalam pelaksanaan kegiatan TMMD ini,” ujar Muh. Muchidin.

Selain sinergi aparat, Wairjenad juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tarakan melalui instansi teknis, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan memperhatikan aspek teknis dan lingkungan, mengingat pembukaan akses jalan TMMD berkaitan dengan kawasan perkebunan masyarakat.

“Terutama dari dinas-dinas Pemda, kami mengucapkan terima kasih yang sudah memberikan supervisi, terutama dari PUPR, kemudian dari DLH karena ini menyangkut kawasan perkebunan masyarakat, mendapat rekomendasi dari DLH dan juga permintaan masyarakat untuk membuka akses jalan,” katanya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga sekaligus memperhatikan ketentuan teknis dan lingkungan yang berlaku.

Dalam evaluasi yang dilakukan, Muh. Muchidin menyampaikan bahwa progres pelaksanaan TMMD Ke-130 setelah 12 hari pengerjaan telah melampaui 30 persen.

Ia optimistis perkembangan pekerjaan akan semakin terlihat hingga akhir Oktober dan minggu pertama November 2026. Namun, kondisi cuaca, terutama musim hujan, menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi selama pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, evaluasi TMMD tidak hanya berfokus pada persentase penyelesaian pekerjaan, tetapi juga pada manfaat nyata yang dihasilkan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Untuk hasil evaluasi ke depan, kita melihat kemanfaatan, menilai kemanfaatan dari hasil TMMD dirasakan dampaknya oleh masyarakat dan juga oleh pemerintah daerah. Karena kita bekerja khususnya TMMD membantu pemerintah daerah untuk membantu akses, membuka akses kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui program TMMD Ke-130, pembukaan akses jalan dan pembangunan fasilitas pendukung diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah sasaran.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program hingga selesai. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses