HUT ke-14 Kaltara Digelar Sederhana, Gubernur Optimistis Infrastruktur Perbatasan Rampung 2028

by Muhammad Refy Ramadhan

TANJUNG SELOR, MK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kalimantan Utara melalui upacara sederhana di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Minggu (25/10). Peringatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan Kalimantan Utara.

Dalam keterangannya seusai upacara, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum. menegaskan bahwa peringatan hari jadi provinsi tidak harus dilaksanakan secara meriah. Menurutnya, hal terpenting adalah mengambil hikmah dari perjalanan pembangunan dan memperkuat komitmen untuk membawa Kaltara menjadi lebih baik.

“Kita tidak membuat upacara yang wah, tetapi ada hikmah yang harus kita ambil dari HUT ke-14 ini. Ini bukan perjuangan saya, melainkan perjuangan kita bersama, seluruh masyarakat, kepala OPD, instansi vertikal, UMKM, dan semua elemen yang berjuang agar Kalimantan Utara menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Ia menyampaikan, kemajuan daerah merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Zainal juga mengungkapkan rasa syukur atas upaya pengendalian inflasi dalam beberapa bulan terakhir serta penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Utara.

“Jadi, kita bersyukur bahwa beberapa bulan terakhir ini kita bisa menekan inflasi. Alhamdulillah, kebakaran hutan juga sudah dapat kita atasi,” katanya.

Ia berharap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan lainnya juga berjalan optimal sehingga masyarakat dapat terbebas dari dampak kabut asap.

“Kita berdoa bersama, semoga Kalimantan ini bebas dari asap,” tambahnya.

Selain refleksi pembangunan daerah, Zainal turut menyoroti perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi wilayah perbatasan di Kalimantan Utara.

Menurutnya, kunjungan sejumlah pejabat pemerintah pusat, termasuk Menteri Pekerjaan Umum dan pejabat yang menangani kawasan perbatasan, menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kebutuhan pembangunan, terutama kondisi jalan dan konektivitas antarwilayah.

Ia menyebut perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat perbatasan sebagai salah satu faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden Prabowo sangat memperhatikan apa yang menjadi keinginan masyarakat di perbatasan. Kalimantan Utara merupakan daerah yang memang harus mendapat perhatian dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Zainal menjelaskan, pembangunan wilayah perbatasan membutuhkan dukungan pemerintah pusat karena tantangan geografis dan kebutuhan infrastruktur yang masih memerlukan penanganan secara bertahap.

Ia pun menyampaikan harapan agar pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan dapat dipercepat dalam dua tahun ke depan, dengan target konektivitas antarwilayah rampung pada akhir 2028.

“Dengan kehadiran para menteri di Kalimantan Utara ini, kita bersyukur. Insyaallah, infrastruktur di wilayah perbatasan dapat ditangani dan konektivitas antarwilayah juga diharapkan selesai pada akhir 2028, dengan kisaran anggaran Rp32 triliun,” jelasnya.

Percepatan pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para pegiat olahraga tradisional dan olahraga masyarakat di Kalimantan Utara yang telah menunjukkan prestasi dalam berbagai perlombaan.

Ia meminta para pegiat yang telah menerima penghargaan agar terus berlatih dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional mendatang.

“Kita harapkan para pegiat yang berprestasi dan mendapatkan penghargaan supaya terus berlatih, karena tahun depan ada gelaran nasional di Palu. Kita berharap bisa meraih medali emas, perunggu, maupun perak,” katanya.

Menurutnya, semangat dan antusiasme para peserta dalam mengikuti perlombaan menunjukkan besarnya potensi olahraga tradisional dan olahraga masyarakat di Kaltara.

Ia menegaskan, penyelenggaraan perlombaan bukan semata-mata untuk memperebutkan hadiah, melainkan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpegiat serta menjaga keberlangsungan olahraga tradisional di tengah masyarakat.

“Yang penting bagaimana silaturahmi antarpegiat olahraga tradisional dan olahraga kemasyarakatan di Kalimantan Utara tetap terjaga. Selamat kepada yang berprestasi, pertahankan prestasi dan terus berlatih untuk mendapatkan medali di pentas nasional mendatang,” pesannya.

Gubernur turut mengapresiasi dukungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Utara dalam mendorong pembinaan serta pengembangan olahraga rekreasi dan tradisional. (Fy/red)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses