TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Achmad Djufrie, menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Komitmen tersebut disampaikan setelah Achmad Djufrie mengikuti pengarahan selama tiga hari di Lembah Tidar, Magelang, bersama 503 ketua DPRD dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto yang memberikan arahan mengenai peran strategis legislatif daerah dalam mendukung program pemerintah, khususnya Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Achmad Djufrie menilai pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan serta tanggung jawab para pimpinan DPRD dalam menjalankan tugasnya.
“Presiden hadir langsung di tengah kami. Beliau berbicara dari hati ke hati sebagai sesama patriot bangsa. Kami mendengar langsung betapa pentingnya peran Ketua DPRD dalam mendukung Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Djufrie.
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, kepulangannya dari Lembah Tidar tidak hanya membawa sertifikat sebagai bukti keikutsertaan dalam kegiatan tersebut. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab yang harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata di daerah.
Menurutnya, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memastikan kebijakan pembangunan Kaltara tetap sejalan dengan delapan misi utama Asta Cita, tanpa mengesampingkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat daerah.
Selain itu, DPRD Kaltara akan terus memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran agar kebijakan daerah dapat berjalan efektif serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Tak kalah penting, bagaimana mengubah visi menjadi aksi konkret untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Achmad Djufrie menambahkan, posisi Kaltara sebagai salah satu wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki arti strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan di Bumi Benuanta.
Ia optimistis semangat dan arahan yang diperoleh selama berada di Lembah Tidar dapat semakin memperkuat kinerja DPRD Kaltara dalam mengawal pembangunan sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Kami pulang membawa tanggung jawab besar untuk membangun daerah. Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Asta Cita dan kerja nyata,” pungkasnya.

