Supa’ad Hadianto Tekankan Pentingnya Pondasi Agama dalam Membentuk Generasi Masa Depan

by Suiman Namrullah

TARAKAN — Semarak Lomba Islami yang digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Jami’ Al-Miftah, Kelurahan Kampung 1 Skip, Kota Tarakan, tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi anak-anak. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran agama, melatih keberanian, serta membentuk karakter sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah itu dibuka oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, SE pada Minggu (23/8/26).

Dalam kesempatan tersebut, Supa’ad menekankan pentingnya pendidikan dan pembentukan karakter anak dimulai sejak tingkat dasar. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan akhlak dan nilai-nilai keagamaan.

Ia mengibaratkan pendidikan sebagai sebuah bangunan yang membutuhkan pondasi kuat agar dapat berdiri kokoh.

“Dasar suatu bangunan itu akan kuat kalau pondasinya juga kuat. Pondasi pendidikan itu di tingkat dasar,” kata Supa’ad.

Menurutnya, kegiatan membaca Al-Qur’an, hafalan, serta berbagai perlombaan Islami memiliki manfaat yang lebih luas bagi perkembangan anak. Selain meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut dapat melatih keberanian anak untuk tampil di depan umum sekaligus membangun rasa percaya diri.

Supa’ad juga mengapresiasi peran pengurus Masjid Jami’ Al-Miftah, para ustaz dan ustazah, serta orang tua yang telah memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang melalui kegiatan keagamaan.

Ia menilai masjid memiliki peran penting dalam pembinaan generasi muda. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi ruang pendidikan dan pembentukan karakter bagi anak-anak.

“Pendidikan itu bukan hanya dari segi intelektual, tetapi kesalehan anak-anak itu yang sangat penting,” ujarnya.

Supa’ad berharap kegiatan pembinaan keagamaan bagi anak dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya dilaksanakan dalam momentum tertentu. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan secara rutin dapat membantu melihat perkembangan kemampuan sekaligus karakter anak dari waktu ke waktu.

“Saya berharap kepada masyarakat dan pemerintah agar terus bisa melanjutkan kegiatan seperti ini,” katanya.

Ia juga mendorong adanya sinergi antara keluarga, pengurus masjid, masyarakat, dan pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan serta pembinaan keagamaan anak.

Supa’ad meyakini pembentukan karakter dan nilai keagamaan sejak dini akan menjadi bekal penting bagi anak ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kalau kita membangun fondasi yang baik sejak sekarang, insyaallah ke depan kita akan memiliki generasi yang kuat,” tuturnya.

Semarak Lomba Islami tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan PHBI Masjid Jami’ Al-Miftah.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an, nilai-nilai Islam, serta memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh keluarga, masjid, masyarakat, dan pemerintah diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter dan pegangan agama yang kuat.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses