TARAKAN – Badan Karantina Indonesia menyiapkan penguatan layanan karantina di sejumlah titik perbatasan dan jalur keluar-masuk komoditas di Kalimantan Utara (Kaltara).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan karantina dapat menjangkau titik-titik yang memiliki aktivitas lalu lintas barang dan komoditas cukup tinggi, termasuk kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Kepala Badan Karantina Republik Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan layanan karantina di sejumlah PLBN di Kaltara saat ini belum tersedia secara merata. Karena itu, pihaknya akan menentukan titik prioritas berdasarkan kebutuhan dan aktivitas lalu lintas komoditas.
“Seluruh pelabuhan yang alur barang dan komoditasnya sering dan banyak, saya mau pasangkan. Kalau tidak salah ada 95 titik, nanti kita pilih kira-kira yang memang prioritas,” ujar Abdul Kadir, Minggu (30/8/26).
Menurutnya, penguatan layanan tidak serta-merta dilakukan di seluruh titik. Balai Karantina Indonesia akan melakukan pemetaan terlebih dahulu untuk menentukan lokasi yang paling membutuhkan pelayanan.
Khusus kawasan PLBN, penguatan dapat mencakup penambahan personel maupun pembentukan layanan karantina pada titik yang dinilai memiliki tingkat urgensi tinggi.
Abdul Kadir menyebutkan, rencana tersebut telah mulai dipersiapkan, termasuk dari sisi penganggaran. Pelaksanaan penguatan layanan ditargetkan dapat dilakukan secara bertahap mulai 2027.
“Yang penting-penting dan prioritas-prioritas, saya bentuk di situ satu pelayanan,” tegasnya.
Penguatan layanan karantina di kawasan perbatasan diharapkan dapat mendukung kelancaran arus komoditas sekaligus memastikan setiap komoditas yang keluar dan masuk wilayah Kaltara tetap memenuhi ketentuan karantina yang berlaku.
Selain aspek pelayanan, keberadaan petugas karantina di titik strategis juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas komoditas di wilayah perbatasan.

