Belanja APBN di Kaltara Rp10.9 Triliun

by Redaksi Kaltara

Tanjung Selor, MK – Sampai dengan Juni 2021, belanja APBN di wilayah Provinsi Kaltara sebesar Rp10,99 triliun telah terserap sebesar 45,76 persen atau sekitar Rp5 triliun. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kaltara, Indra Soeparjanto, SE, MAP menyampaikan hal itu dalam konferensi pers APBN di Kaltara di Tanjung Selor pada Selasa (13/7).

Dijelaskan, realisasi belanja APBN 2021 semester pertama di Kaltara terdiri belanja pegawai, barang, modal, bansos (bantuan sosial), DAK (Dana Alokasi Khusus) Fisik, DAK Non Fisik, Dana Desa, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum dan Dana Insentif Daerah.

“Alokasi di Kaltara untuk PUPR 45,1 persen, Kemenhan 12,5 persen, Polri 12,10 persen, Kemenhub 10,79 persen dan Kemenag 3,3 persen,” ungkapnya dalam konferensi pers yang berlangsung secara hybrid di Aula Pertemuan Kanwil DJPb Kaltara di Jl Soetoyo, Tanjung Selor dihadiri perwakilan media massa, KPP (Kantor Pelayanan Pajak) se-Kaltara, Dinas Kominfo Kaltara dan Bulungan, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Bulungan.

Serapan anggaran didominasi infratruktur konektivitas terdiri beberapa proyek strategis yang akan memberi multiplier effect bagi Kaltara antara lain pembangunan jalan Long Semamu – Long Bawan, pembangunan jalan Long Boh – Metulang – Long Nawang serta penyelenggaraan angkutan udara perintis.

Dijelaskan pula, APBN dari sisi penerimaan terbagi dari Pajak, Bea dan Cukai termasuk pajak dalam rangka impor dan ekspor serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Untuk sektor Bea dan Cukai telah memenuhi target tahunan dengan realisasi penerimaan KPPBC TMP B Tarakan dan KPPBC TMP C Nunukan sebesar Rp40,7 miliar dari target akhir tahun sebesar Rp30,3 miliar (realisasi 134,42 persen).

Selanjutnya untuk devisa ekspor komoditi paling banyak dari batu bara, hasil tembakau dan hasil perikanan sebagian besar diekspor ke China, India dan Republik Korea. Kegiatan impor dari Singapura, China dan Russian Federation degnan komoditi hasil tembakau, batu bara serta generator.

“Mayoritas penerimaan Bea Masuk pada triwulan kedua 2021 adalah kontribusi importasi barang berupa sparepart alat berat yang diimpor oleh perusahaan di bidang perkebunan,” imbuhnya.

Sementara, di Kaltara, anggaran PC-PEN (Penanganan Covid-19-Pemulihan Ekonomi Nasional) dari APBN telah terserap Rp376,6 miliar. APBN tersebut dikucurkan di bidang kesehatan sebesar Rp47,9 miliar yang terdiri dari klaim pasien Covid-19 dan pencegahan penyebaran Covid-19 di unit satuan kerja. Lalu di bidang perlindungan sosial telah dikucurkan sebesar Rp142,15 miliar yang disalurkan dalam bentuk bantuan sosial Program Keluarga Harapan sebesar Rp22,4 miliar, bantuan sembako Rp27,2 miliar, Bantuan Sosial Tunai sebesar Rp19,2 miliar dan Kartu Pra Kerja Rp124,03 miliar. Termasuk juga Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp17,5 miliar. Pemerintah juga mengucurkan anggaran Program Padat Karya di Kaltara sebesar Rp99,73 miliar dan dukungan untuk UMKM berupa BPUM sebesar Rp13,7 miliar.

“Anggaran yang telah disalurkan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan seefektif mungkin agar dapat memberikan dampak yang berarti bagi kemajuan Kaltara,” tandasnya. Ditambahkan, diharapkan besarnya APBN yang disalurkan untuk PC-PEN benar-benar dapat membawa Kaltara pulih dari dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 baik dari sisi kesehatan, ekonomi maupun sosial. (an/red)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: