MALINAU, Metrokaltara.com – Suasana pagi di halaman dan ruang utama Masjid Agung Darul Jalal Kabupaten Malinau, Sabtu (13/6/2026), terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang bergema dari para peserta Training Center (TC) Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) menjadi penanda kesungguhan para calon kafilah Kabupaten Malinau yang tengah mempersiapkan diri menghadapi MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026.
Di tengah semangat para peserta yang sedang berlatih, hadir Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., didampingi Ketua LPTQ Kabupaten Malinau. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Malinau tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah kepada generasi muda yang akan membawa nama daerah di ajang keagamaan bergengsi tingkat provinsi.
Dalam kesempatan itu, Wabup Jakaria menyapa para peserta satu per satu, memberikan motivasi, serta menyampaikan pesan-pesan penyemangat agar seluruh peserta mampu menjalani proses pembinaan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.
Menurutnya, kesempatan menjadi peserta TC MTQ merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar yang tidak dimiliki semua orang. Dari puluhan ribu masyarakat Kabupaten Malinau, hanya segelintir putra-putri terbaik yang berhasil melalui berbagai tahapan seleksi hingga dipercaya menjadi calon kafilah daerah.
“Adik-adik yang hadir di sini adalah orang-orang pilihan. Tidak semua mendapatkan kesempatan seperti ini. Karena itu manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ikuti seluruh proses pembinaan, dengarkan arahan pelatih, dan terus tingkatkan kemampuan,” ujar Jakaria.
Ia menegaskan bahwa MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga sarana membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai keislaman.
Lebih jauh, Jakaria mengingatkan agar para peserta tidak menjadikan MTQ tingkat provinsi sebagai puncak pencapaian. Menurutnya, masih terbuka peluang yang lebih besar untuk menorehkan prestasi hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Provinsi bukan tujuan akhir. Masih ada tingkat nasional dan bahkan internasional yang bisa dicapai. Semua itu sangat mungkin diraih jika kalian memiliki tekad yang kuat, disiplin dalam berlatih, dan selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT,” pesannya.
Di hadapan para peserta, Wabup juga menanamkan optimisme bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan keikhlasan dalam menjalani setiap proses pembinaan.
Ia meyakini bahwa kemampuan yang dimiliki para peserta akan terus berkembang apabila diasah secara konsisten selama masa training center dan karantina. Karena itu, seluruh peserta diminta untuk tetap fokus, menjaga kesehatan, serta memanfaatkan waktu latihan secara maksimal.
“Tidak ada yang mustahil selama kita mau berusaha. Latihan yang sungguh-sungguh harus dibarengi doa dan niat yang ikhlas. Insya Allah hasil terbaik akan mengikuti,” katanya.
Kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Malinau untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan syiar Islam dan pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keagamaan.
Jakaria menegaskan bahwa Pemkab Malinau akan terus memberikan dukungan terhadap seluruh kebutuhan kafilah MTQ, sehingga para peserta dapat fokus menjalani pembinaan tanpa terbebani persoalan teknis.
Ia meminta panitia penyelenggara dan pihak terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan peserta terpenuhi dengan baik, mulai dari transportasi, konsumsi, tempat tinggal selama karantina, hingga pelayanan kesehatan.
“Pemerintah daerah ingin seluruh peserta dapat berlatih dengan nyaman. Karena itu saya minta panitia memperhatikan semua kebutuhan peserta. Jangan sampai ada kendala yang mengganggu proses pembinaan,” tegasnya.
Sementara itu, semangat yang ditunjukkan para peserta TC MTQ terlihat dari keseriusan mereka mengikuti setiap sesi latihan. Dengan bimbingan para pelatih dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kafilah Kabupaten Malinau diharapkan mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026.
Di bawah kubah Masjid Agung Darul Jalal yang menjadi saksi pembinaan generasi Qurani tersebut, harapan besar terus tumbuh. Bukan hanya tentang meraih prestasi dan membawa pulang gelar juara, tetapi juga tentang melahirkan generasi muda Malinau yang mencintai Al-Qur’an, menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat di masa depan. (rko)


